MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
in Daerah
0

Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian setelah banjir dan bencana hidrometeorologi merusak puluhan ribu hektare lahan pertanian di Aceh.

RelatedPosts

Wagub Aceh dan Wamendagri Turun ke Blang Padang, Dorong Penyelesaian Status Lahan Bersejarah

Illiza Pimpin Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota di Aceh 

Rehabilitasi 57 Ribu Hektare Sawah Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

Gerakan tanam padi tersebut diresmikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh T. Robby Irza, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

M. Nasir mengatakan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa waktu lalu berdampak besar terhadap sektor pertanian. Tercatat, sebanyak 57.364 hektare lahan persawahan dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak, dengan Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir lumpur.

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir.

Ia menyebutkan, rehabilitasi dan optimalisasi lahan pertanian menjadi prioritas Pemerintah Aceh untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Sebagian besar sawah yang terdampak kini telah selesai diperbaiki dan mulai kembali dimanfaatkan oleh petani.

Pemerintah Aceh juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian yang dinilai berperan penting dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Menurut M. Nasir, hingga saat ini progres program optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai 32 persen. Program tersebut mencakup pekerjaan konstruksi di 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” katanya.

Ia menjelaskan, pemulihan lahan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan. Untuk lahan dengan kategori rusak ringan dilakukan melalui program optimalisasi lahan, sementara lahan dengan kerusakan sedang direhabilitasi sebelum kembali diolah dan ditanami.

Selain memulihkan lahan, intervensi pemerintah juga menyasar pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung pertanian, seperti sistem irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) guna memperlancar distribusi hasil pertanian.

M. Nasir berharap kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Kementerian Pertanian, pemerintah kabupaten, TNI, serta kelompok tani dapat mempercepat pemulihan seluruh lahan yang terdampak sehingga produktivitas pertanian kembali meningkat.

“Kami optimistis lahan yang sempat rusak akibat banjir lumpur dapat kembali produktif dan menjadi penopang kesejahteraan petani serta ketahanan pangan Aceh,” pungkasnya.

 

Tags: Aceh TamiangBanjir Acehkementerian pertanianketahanan panganlahan sawahPemulihan PertanianTanam Padi
Previous Post

Haji Uma Ingatkan Warga Aceh Waspadai Tawaran Kerja di Kamboja dan Laos

Next Post

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda Ajang Pemetaan Bakat Murid Baru

Related Posts

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Koalisi Sipil Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Sebut Dampak Ekologis Masih Berlangsung

by Aininadhirah
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana menilai penanganan dampak bencana ekologis di Aceh belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah persoalan seperti...

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp1,8 Miliar

by Riska Zulfira
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Tim gabungan Bea Cukai Langsa dan Bea Cukai Medan menggagalkan dugaan penyelundupan tiga unit motor gede (moge) bekas...

Next Post

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda Ajang Pemetaan Bakat Murid Baru

Sekda Aceh Tekankan Sinergi TPID-TP2DD untuk Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi Daerah

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co