MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
in Daerah
0

Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian setelah banjir dan bencana hidrometeorologi merusak puluhan ribu hektare lahan pertanian di Aceh.

RelatedPosts

Bahasa Aceh Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Bupati Aceh Besar Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

Pemko Banda Aceh Dorong Sekolah Perkuat Pendidikan Inklusif

Gerakan tanam padi tersebut diresmikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh T. Robby Irza, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

M. Nasir mengatakan bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa waktu lalu berdampak besar terhadap sektor pertanian. Tercatat, sebanyak 57.364 hektare lahan persawahan dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak, dengan Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir lumpur.

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir.

Ia menyebutkan, rehabilitasi dan optimalisasi lahan pertanian menjadi prioritas Pemerintah Aceh untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Sebagian besar sawah yang terdampak kini telah selesai diperbaiki dan mulai kembali dimanfaatkan oleh petani.

Pemerintah Aceh juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian yang dinilai berperan penting dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Menurut M. Nasir, hingga saat ini progres program optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai 32 persen. Program tersebut mencakup pekerjaan konstruksi di 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” katanya.

Ia menjelaskan, pemulihan lahan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan. Untuk lahan dengan kategori rusak ringan dilakukan melalui program optimalisasi lahan, sementara lahan dengan kerusakan sedang direhabilitasi sebelum kembali diolah dan ditanami.

Selain memulihkan lahan, intervensi pemerintah juga menyasar pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung pertanian, seperti sistem irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) guna memperlancar distribusi hasil pertanian.

M. Nasir berharap kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Kementerian Pertanian, pemerintah kabupaten, TNI, serta kelompok tani dapat mempercepat pemulihan seluruh lahan yang terdampak sehingga produktivitas pertanian kembali meningkat.

“Kami optimistis lahan yang sempat rusak akibat banjir lumpur dapat kembali produktif dan menjadi penopang kesejahteraan petani serta ketahanan pangan Aceh,” pungkasnya.

 

Tags: Aceh TamiangBanjir Acehkementerian pertanianketahanan panganlahan sawahPemulihan PertanianTanam Padi
Previous Post

Haji Uma Ingatkan Warga Aceh Waspadai Tawaran Kerja di Kamboja dan Laos

Next Post

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda Ajang Pemetaan Bakat Murid Baru

Related Posts

Daerah Rawan Banjir di Aceh Diusulkan Dapat Alat Berat Sistem Pinjam Pakai

by Ahmad Mufti
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah kabupaten/kota yang rawan banjir di Aceh diusulkan mendapat alat berat dengan skema pinjam pakai agar penanganan bencana dapat...

Menkeu: Beras Ilegal Bisa Rugikan Petani dan Konsumen

by Ali L
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Masuknya beras secara ilegal ke Indonesia dinilai dapat merugikan petani sekaligus mengganggu upaya pemerintah menjaga swasembada pangan. Menteri...

10 Bulan Terputus, Jembatan Permanen Kutablang Akhirnya Beroperasi

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO - Setelah sekitar 10 bulan terputus akibat banjir besar, Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, akhirnya kembali...

Next Post

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda Ajang Pemetaan Bakat Murid Baru

Sekda Aceh Tekankan Sinergi TPID-TP2DD untuk Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi Daerah

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co