MASAKINI.CO – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menyatakan bahwa ia tidak akan memaksakan pemain yang sedang dalam kondisi tidak prima untuk tampil di laga berikutnya kontra Leeds United dalam Premier League. Pernyataan ini disampaikannya setelah laga kandang melawan Wolverhampton Wanderers yang berakhir imbang 1-1, Rabu (31/12/2025) dinihari.
Pada laga tersebut, MU unggul lebih dulu melalui gol Joshua Zirkzee pada menit ke-27 sebelum Wolves menyamakan skor melalui Ladislav Krejci di masa tambahan babak pertama. Banyak pemain MU tidak dapat bertanding karena cedera atau masih berpartisipasi di Piala Afrika, namun Amorim menegaskan tidak akan menggunakan hal itu sebagai alasan kekalahan giliran.
“Hal itu wajar terjadi, tapi kami tidak menggunakan alasan tersebut saat melawan Newcastle dan juga tidak akan menggunakannya hari ini. Tentu saja, jika Anda melihat permainan, saya paham mengapa kami bermain seperti itu – kurang lancar dan kurang mampu bersaing satu lawan satu. Kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat berbeda dari Newcastle karena saat itu ada lebih banyak ruang untuk bermain, tidak perlu terlalu banyak mengatur permainan, namun hari ini kami mengalami kesulitan di bagian itu,” jelasnya kepada awak media di stadion.
Soal perubahan taktis yang membuat Patrick Chinazaekpere Dorgu bermain kembali di sisi kiri dan penggunaan formasi tiga bek, Amorim menjelaskan bahwa hal itu disesuaikan dengan pola permainan lawan. “Kami tahu mereka akan bermain dengan lima bek dan memanfaatkan sisi lapangan. Hari ini kami hanya berusaha mengantisipasinya, terkadang membangun permainan dengan pemain terbuka atau tertutup dengan Luke Shaw melakukan hal sebaliknya. Jadi kami berusaha menyusun strategi yang tepat sesuai kondisi yang ada saat itu,” ucapnya.
Amorim juga menyadari bahwa pemain muda yang dimainkan dalam kondisi sulit akan lebih sulit memberikan kontribusi maksimal. “Sangat berbeda ketika ada banyak perubahan di berbagai posisi dan Anda memasukan pemain muda – mereka akan kesulitan. Ini berbeda dengan ketika dasar permainan sudah berjalan dengan baik dan Anda bisa memberikan kesempatan bermain kepada mereka. Jika Anda melihat laga ini, Anda akan paham mengapa kami mengalami kesulitan di beberapa bagian,” jelasnya.
Soal penggantian Zirkzee dengan pemain muda yang menjadi sorotan kritikan, Amorim menjelaskan bahwa keputusannya berdasarkan kebutuhan permainan. “Kami harus melakukan apa yang dibutuhkan oleh laga. Kami mengalami kesulitan karena mereka menempatkan banyak pemain di tengah lapangan, dan dengan memasukan Jack Fletcher, kami bisa menyeimbangkan permainan. Di babak kedua, kami lebih cepat merebut bola kembali dibanding babak pertama. Saya tidak melihat usia atau pengalaman mereka, saya hanya melihat apa yang bisa dilakukan untuk memenangkan laga,” ucapnya menegaskan bahwa penggantian tersebut bersifat taktis dan bukan karena cedera.










Discussion about this post