MASAKINI.CO – Pelatih Aston Villa, Unai Emery, mengaku merasakan kebanggaan yang luar biasa melihat performa timnya meskipun harus menerima kekalahan 1-4 dari pemimpin klasemen Premier League, Arsenal, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates, Rabu (31/12/2025) dini hari. Kekalahan ini mengakhiri tren kemenangan beruntun sebanyak 11 laga yang telah menyamai rekor klub, diraih setelah mengalahkan Chelsea, Minggu (28/12/2025).
Setelah laga usai, Emery mengulas pertandingan yang berjalan sangat ketat dengan skor nol di babak pertama. Ia menekankan rasa bangganya terhadap pencapaian tim hingga saat ini. “Sangat, sangat bangga dengan semua yang kami lakukan, bagaimana kami meraih 39 poin hingga saat ini, serta bagaimana kami bisa bersikap ambisius sekaligus realistis.”
Menurutnya, setiap laga menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi dan menetapkan target yang jelas. “Kami menyadari di setiap pertandingan bagaimana mengoptimalkan potensi dan menetapkan target per laga,” jelas pelatih berusia 52 tahun tersebut. “Hari ini kami kalah, tapi babak pertama kami bermain luar biasa.”
Di babak kedua, menurutnya akibat kebobolan satu gol lalu Amadou Onana mengalami cedera, “sehingga lini tengah kehilangan struktur yang dibutuhkan untuk tetap solid,”
Emery menjelaskan bahwa meskipun kondisi menjadi lebih sulit setelah kebobolan gol kedua, tim tidak menyerah begitu saja.
“Kami tidak menyerah, terus berusaha mencetak gol. Kami berhasil dapat satu gol dan punya satu atau dua peluang untuk menambah skor. Selain itu, debut beberapa pemain seperti Jamal Jimoh-Aloba dan George Hemmings juga sangat luar biasa,” kata Emery.
Meskipun tahun kalender diakhiri dengan hasil yang mengecewakan, Emery tetap melihat sisi positif dari musim ini. Ia menyampaikan bahwa timnya kini berada di posisi ketiga klasemen setelah menyelesaikan 19 laga. “Kita terus bergerak maju. Saat ini kami berada di peringkat ketiga pada pekan ke-19,” katanya.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga mengungkapkan Premier League adalah liga paling sulit di dunia dengan sekitar 17 klub yang bersaing untuk masuk dalam tujuh besar pada awal musim.
“Kita terus berusaha mengalahkan sebagian dari mereka. Tantangan yang jelas adalah menjaga konsistensi dan standar yang tinggi, bersikap ambisius bersama pendukung.” pungkasnya.










Discussion about this post