MASAKINI.CO – Aktivitas titik panas kembali terpantau di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Rabu, 29 Januari 2026, tercatat 46 titik panas (hotspot) tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Pantauan ini menggunakan Sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS. Data tersebut menunjukkan sebagian besar titik panas berada pada tingkat kepercayaan sedang, dengan satu titik tercatat berstatus kepercayaan tinggi.
Wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak berada di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya di Kecamatan Trumon. “Dari total hotspot yang terdeteksi, lebih dari separuhnya terkonsentrasi di kawasan tersebut, mengindikasikan potensi peningkatan aktivitas kebakaran lahan dan hutan,” ujar prakirawan BMKG, Fitriana, Sabtu (31/1/2026).
Selain Aceh Selatan, titik panas juga terpantau di beberapa daerah lain, seperti Aceh Barat (Bubon), Aceh Jaya (Sampoi Niet dan Teunom), Aceh Singkil (Danau Paris), Aceh Tenggara (Semadam), Gayo Lues (Blangjerango dan Pantan Cuaca), serta Kota Subulussalam di Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan indikasi kebakaran, guna mencegah meluasnya dampak lingkungan dan kesehatan.
“Pemantauan ini penting sebagai peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada wilayah yang berulang kali terdeteksi titik panas,” ucapnya.










Discussion about this post