MASAKINI.CO – Pada laga penutup putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/26, Persiraja Banda Aceh akan menghadapi PSPS Pekanbaru tanpa pelatih kepala mereka, Akhyar Ilyas. Alasan utama yang membuatnya tidak bisa hadir bukan terkait dengan strategi atau kondisi tim, melainkan karena ia harus berada di samping istri yang tengah menjalani proses pengobatan yang intensif di Malaysia.
Informasi mengenai hal ini disampaikan oleh asisten pelatih, Wahyu Abdul Wahab dalam jumpa pers. Wahyu menjelaskan bahwa istri Akhyar sedang mengalami masalah kesehatan yang cukup serius, sehingga membutuhkan kehadiran dan dukungan langsung dari suaminya selama masa perawatan.
Meskipun keberadaan pelatih kepala sangat penting bagi persiapan dan jalannya pertandingan, Wahyu menyatakan bahwa hal tersebut wajar dan seluruh komponen tim memberikan dukungan penuh.
“Kalau dari tim kami, mungkin sedikitnya ada berpengaruh. Tapi pemain semua sudah bertekad. Dengan tidak adanya Coach Akhyar karena berhalangan dengan kondisi keluarga berobat di Malaysia, pemain ingin mempersembahkan kemenangan di pertandingan besok untuk coach. Jadi saya rasa tidak terlalu berpengaruh kepada tim kita,” ujar Wahyu.
Para pemain Persiraja juga sangat memahami situasi yang dihadapi oleh pelatih kepala mereka. Mereka bahkan telah membuat komitmen untuk tampil dengan maksimal dan membawa pulang hasil positif sebagai bentuk dukungan yang tulus.
Wahyu menambahkan bahwa meskipun tidak bisa berada di pinggir lapangan, Akhyar tetap menjaga komunikasi dengan tim untuk memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana. Seluruh anggota tim juga menyadari bahwa dalam setiap keadaan, kebutuhan keluarga harus menjadi hal yang paling utama diperhatikan.
Laga yang akan digelar di Stadion H. Dimurthala Sabtu (31/1/2025) malam, bukan hanya menjadi ajang untuk memperkuat posisi Persiraja di klasemen, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan rasa penghargaan serta solidaritas kepada Akhyar.
“Ini pertandingan terakhir putaran kedua dan kami main di kandang. Motivasi pemain sangat tinggi. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk tim, pelatih, dan tentunya untuk masyarakat Aceh,” tambah Wahyu, dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).










Discussion about this post