MASAKINI.CO – Sebanyak 43 gempa bumi terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya dalam periode 6 hingga 12 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, tiga gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.
Data tersebut dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Aceh Besar.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil dan tergolong dangkal.
“Selama sepekan tercatat 43 kejadian gempa. Sebanyak 38 gempa bermagnitudo di bawah 3, kemudian lima gempa berkekuatan antara magnitudo 3 hingga kurang dari 5, dan tidak ada gempa di atas magnitudo 5,” ujarnya.
Berdasarkan kedalaman, 35 gempa tergolong dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Delapan gempa lainnya berkedalaman menengah, dan tidak ada gempa dalam yang tercatat pada periode tersebut.
Tiga gempa yang dirasakan masyarakat antara lain terjadi di wilayah Bener Meriah dan Meulaboh. Salah satu gempa bermagnitudo 4,7 pada 12 Februari 2026 dirasakan hingga Meulaboh dan Nagan Raya dengan intensitas III MMI.
Menurut Andi, dominasi gempa kecil dan dangkal menunjukkan aktivitas seismik yang masih wajar di wilayah Aceh yang memang berada di zona rawan gempa.
“Aceh berada pada pertemuan lempeng aktif, sehingga aktivitas gempa merupakan hal yang biasa terjadi. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan tidak panik,” katanya.










Discussion about this post