MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tradisi Bukber Ramadan dan Makna Kebersamaan, Begini Penjelasan M. Quraish Shihab

Aininadhirah by Aininadhirah
20 Februari 2026
in News
0

Ilustrasi bukber | Foto: Shutterstock/

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tradisi buka puasa bersama atau yang populer disebut bukber telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia setiap bulan Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga di sekolah, kantor, komunitas, hingga organisasi masyarakat sebagai ajang mempererat silaturahmi.

Secara historis, tradisi berbuka puasa bersama berakar dari anjuran dalam Islam untuk memperkuat ukhuwah serta berbagi makanan saat waktu berbuka. Pada masa awal perkembangan Islam, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berbuka secara sederhana namun tetap mengutamakan kebersamaan.

RelatedPosts

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

Bolehkah Minum Obat Berbahan Dasar Najis? Ini Penjelasannya

Produk Olahan Warga Terdampak Banjir Aceh Timur Dipasarkan di Eksis Ramadan USK

Dalam perkembangannya, kebiasaan makan bersama setelah berpuasa semakin meluas, terutama di negara-negara Muslim, termasuk Indonesia. Tradisi ini kemudian beradaptasi dengan budaya lokal dan menjadi momen berkumpul lintas generasi.

Pakar tafsir Indonesia, M. Quraish Shihab, dalam beberapa kajiannya menjelaskan bahwa kebersamaan saat berbuka memiliki nilai sosial yang kuat dalam Islam.

“Puasa bukan hanya ibadah individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Kebersamaan saat berbuka menjadi sarana mempererat hubungan antarmanusia,” ujar Quraish Shihab dalam salah satu kajian Ramadan.

Ia juga menekankan bahwa esensi buka puasa bersama bukan pada kemewahan hidangan, melainkan pada nilai silaturahmi dan kebersamaan yang dibangun.

“Yang terpenting dari berbuka bersama adalah kebersamaan dan rasa syukur, bukan pada banyak atau mahalnya makanan,” tambahnya.

Di Indonesia, tradisi bukber mulai semakin populer sejak berkembangnya budaya organisasi dan komunitas pada era modern. Kini, kegiatan tersebut bahkan menjadi agenda rutin setiap Ramadan di berbagai kalangan.

Selain mempererat hubungan sosial, buka puasa bersama juga sering dimanfaatkan sebagai momentum berbagi dengan anak yatim maupun masyarakat kurang mampu, sehingga nilai spiritual Ramadan tetap terjaga di tengah tradisi yang terus berkembang.

Tags: Buka PuasaTradisi Bukber
Previous Post

Bolehkah Minum Obat Berbahan Dasar Najis? Ini Penjelasannya

Next Post

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

Related Posts

No Content Available
Next Post
Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co