MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry menyiapkan 2.000 paket berbuka puasa (iftar) setiap hari selama Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipusatkan di Auditorium Prof Ali Hasyimi dan terbuka bagi sivitas akademika serta masyarakat di sekitar kampus.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman M.Ag, mengatakan program iftar jama’i tersebut merupakan bagian dari bantuan Ramadan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed for Good Foundation, yang didukung kerja sama dengan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
“Ini tahun ketiga kami menerima bantuan Ramadan dari Pemerintah UEA. Kami bersyukur atas dukungan yang diberikan,” ujar Mujiburrahman.
Ia menjelaskan, lokasi kegiatan tahun ini dipindahkan dari Masjid Fathun Qarib ke auditorium setelah dilakukan evaluasi pelaksanaan sebelumnya. Salah satu pertimbangan utama adalah tingginya curah hujan pada Februari yang kerap mengganggu pelaksanaan iftar di ruang terbuka.
Menurutnya, penggunaan ruang tertutup diharapkan membuat pelaksanaan berbuka puasa bersama menjadi lebih tertib dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang inklusif bagi siapa saja yang membutuhkan tempat berbuka.
Perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, Mohamed Alnaqbi, menyebut program Ramadan yang dijalankan tahun ini tidak hanya mencakup iftar bersama, tetapi juga pembagian paket sembako serta distribusi daging meugang. Ia menjelaskan, penyelenggaraan iftar hanya dilaksanakan di dua lokasi di Indonesia, yakni Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Menurut Alnaqbi, kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan sekaligus ruang pembentukan solidaritas sosial. “Ketika ribuan mahasiswa dan masyarakat berbuka bersama setiap hari, solidaritas tumbuh di sana,” katanya.
Ketua Panitia Iftar UIN Ar-Raniry, Dr Muqni Affan Lc MA, menambahkan bahwa evaluasi tahun lalu menunjukkan sejumlah kendala teknis, terutama terkait kebersihan area luar dan gangguan hujan meski telah menggunakan tenda.
“Ramadan tahun ini masih berada pada periode curah hujan tinggi, sehingga kegiatan dipusatkan di dalam ruangan agar lebih kondusif,” ujarnya.
Program iftar ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry, tetapi juga mahasiswa dari kampus lain di kawasan Darussalam seperti Universitas Syiah Kuala dan Universitas Bina Bangsa Getsempena. Selain itu, warga sekitar kawasan Darussalam, termasuk Lamgugob dan Rukoh, juga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Panitia menyiapkan rata-rata 2.000 paket makanan setiap hari. Pada awal Ramadan, jumlah tersebut diperkirakan belum terserap maksimal karena sebagian mahasiswa masih berada di kampung halaman. Namun, panitia membuka kemungkinan penambahan paket jika jumlah jemaah melebihi target.
Selain di lingkungan kampus, UIN Ar-Raniry juga terlibat dalam pelaksanaan iftar di sejumlah titik lain. Pada 22–24 Februari 2026, panitia menyalurkan 1.000 paket per hari di Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya, pada 25–27 Februari 2026, kegiatan digelar di Dayah Mahyal Ulum dengan 500 paket per hari.
Untuk pelaksanaan salat tarawih, Masjid Fathun Qarib dijadwalkan menghadirkan imam tamu pada 21 Februari 2026, yakni Syeikh Abdellah Blla dari Maroko. Sementara itu, di Masjid Raya Baiturrahman, imam tarawih pada 21 Februari adalah Syeikh Elsayed Smir Elmahdy dari Mesir. Pada 22–23 Februari, salat tarawih akan dipimpin oleh Syeikh Abdellah Blla, dan pada 24 Februari dijadwalkan diimami oleh Syeikh Tameim Majed Salem Saif Alkindi dari Uni Emirat Arab.








Discussion about this post