MASAKINI.CO – Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten di Aceh meninggalkan jejak panjang kerusakan infrastruktur dan tekanan kemanusiaan. Di Desa Gayo Setie, dampaknya masih terasa kuat. Jalan putus dan jembatan ambruk membuat ratusan warga terisolir, sementara sumber penghidupan mereka ikut tertimbun longsor.
Sebanyak 104 kepala keluarga atau 405 jiwa di desa tersebut bergantung pada hasil kebun kopi, cabai, dan sayuran. Namun, longsor yang terjadi pada 18 November 2025 lalu merusak lahan pertanian warga. Kondisi itu membuat pemulihan ekonomi menjadi kebutuhan mendesak, selain bantuan logistik dan layanan kesehatan.
Menjawab situasi tersebut, Yayasan Perempuan dan Anak Banda Aceh (YPANBA) bersama AWPF dan Koalisi NGO HAM, dengan dukungan Komunitas Quaker Australia serta para donatur, menyalurkan bantuan sembako dan peralatan pertanian kepada 18 kepala keluarga terdampak pada 24 Februari 2026. Dari total penerima, 13 di antaranya adalah kepala keluarga perempuan, dua lansia, serta tiga keluarga yang kebunnya terdampak langsung longsor.
Ketua YPANBA, Ruwaida, mengatakan persoalan utama yang dihadapi warga saat ini adalah akses. Hingga kini, jembatan yang putus belum diperbaiki dan kendaraan roda empat belum dapat melintas.
“Menuju desa hanya bisa dengan sepeda motor. Akses adalah kunci dalam tanggap darurat dan pemulihan. Tanpa itu, masyarakat akan terus kesulitan bangkit,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerusakan infrastruktur tidak hanya menghambat distribusi bantuan, tetapi juga memperbesar risiko keselamatan warga, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan kesehatan di luar desa.
Koordinator Posko Relawan Gajah Putih, Nur Cahayawati, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut warga sempat bergerak mandiri membersihkan material longsor dan memperbaiki jalur agar sepeda motor bisa melintas.
“Kami tidak ingin terus terisolir. Kami bergotong royong membuka jalan seadanya agar bisa keluar desa,” katanya.
Sementara itu, Direktur Koalisi NGO HAM, Khairil Arista, menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk membuka kembali akses dan mempercepat perbaikan infrastruktur.
“Jalan putus total membuat warga tidak bisa menjual hasil kebun yang tersisa. Negara harus hadir memastikan masyarakat terdampak tidak semakin rentan,” tegasnya.










Discussion about this post