MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Akses Terputus, Warga Gayo Setie Bangkit di Tengah Keterbatasan Pascabencana

Redaksi by Redaksi
28 Februari 2026
in News
0

YPANBA berkolaborasi dengan AWPF,Koalisi NGO HAM menyerahkan bantuan berupa sembako dan peralatan pertanian kepada korban terdampak bencana di Gayo Setie | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten di Aceh meninggalkan jejak panjang kerusakan infrastruktur dan tekanan kemanusiaan. Di Desa Gayo Setie, dampaknya masih terasa kuat. Jalan putus dan jembatan ambruk membuat ratusan warga terisolir, sementara sumber penghidupan mereka ikut tertimbun longsor.

Sebanyak 104 kepala keluarga atau 405 jiwa di desa tersebut bergantung pada hasil kebun kopi, cabai, dan sayuran. Namun, longsor yang terjadi pada 18 November 2025 lalu merusak lahan pertanian warga. Kondisi itu membuat pemulihan ekonomi menjadi kebutuhan mendesak, selain bantuan logistik dan layanan kesehatan.

RelatedPosts

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

Pasokan Semen di Aceh Mulai Stabil, SIG Tambah Pasokan

Api Lahap 3 Hektare Lahan Rumbia di Aceh Besar, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Menjawab situasi tersebut, Yayasan Perempuan dan Anak Banda Aceh (YPANBA) bersama AWPF dan Koalisi NGO HAM, dengan dukungan Komunitas Quaker Australia serta para donatur, menyalurkan bantuan sembako dan peralatan pertanian kepada 18 kepala keluarga terdampak pada 24 Februari 2026. Dari total penerima, 13 di antaranya adalah kepala keluarga perempuan, dua lansia, serta tiga keluarga yang kebunnya terdampak langsung longsor.

Ketua YPANBA, Ruwaida, mengatakan persoalan utama yang dihadapi warga saat ini adalah akses. Hingga kini, jembatan yang putus belum diperbaiki dan kendaraan roda empat belum dapat melintas.

“Menuju desa hanya bisa dengan sepeda motor. Akses adalah kunci dalam tanggap darurat dan pemulihan. Tanpa itu, masyarakat akan terus kesulitan bangkit,” ujarnya.

Ia menegaskan, kerusakan infrastruktur tidak hanya menghambat distribusi bantuan, tetapi juga memperbesar risiko keselamatan warga, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan kesehatan di luar desa.

Koordinator Posko Relawan Gajah Putih, Nur Cahayawati, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut warga sempat bergerak mandiri membersihkan material longsor dan memperbaiki jalur agar sepeda motor bisa melintas.

“Kami tidak ingin terus terisolir. Kami bergotong royong membuka jalan seadanya agar bisa keluar desa,” katanya.

Sementara itu, Direktur Koalisi NGO HAM, Khairil Arista, menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk membuka kembali akses dan mempercepat perbaikan infrastruktur.

“Jalan putus total membuat warga tidak bisa menjual hasil kebun yang tersisa. Negara harus hadir memastikan masyarakat terdampak tidak semakin rentan,” tegasnya.

Tags: akses terputusAWPFbantuan YPANBAGayo SetieKoalisi NGO HAMPascabencana Aceh
Previous Post

Pemerintah Catat Realisasi Penerimaan Pajak Digital Capai Rp47,18 Triliun

Next Post

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Related Posts

Pemprov Aceh Desak BNPB Segera Bangun 4 Jembatan Rusak Pasca Banjir

by Riska Zulfira
28 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun kembali empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir....

Wagub Aceh Desak Daerah Tuntaskan Data Pascabencana, Pemulihan Dinilai Masih Terkendala

by Redaksi
19 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh segera menuntaskan validasi data kerusakan dan korban terdampak...

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana Hingga 30 Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana Hingga 30 Juli 2026

by Redaksi
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh resmi menetapkan Status Transisi Darurat menuju Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi seiring berakhirnya masa tanggap darurat. Penetapan ini...

Next Post

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Belum Daftar PSE, Fitur Login Wikimedia Kini Dibatasi

Belum Daftar PSE, Fitur Login Wikimedia Kini Dibatasi

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co