MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali memperkuat jajaran akademiknya. Enam dosen kampus tersebut resmi menyandang jabatan Guru Besar setelah menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025.
Penyerahan KMA dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA dalam seremoni di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Dengan tambahan enam profesor tersebut, jumlah guru besar UIN Ar-Raniry kini meningkat menjadi 66 orang. Enam dosen itu ditetapkan sebagai guru besar dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman MAg, mengatakan peningkatan jumlah profesor menjadi indikator penguatan kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, dalam empat tahun terakhir jumlah guru besar UIN Ar-Raniry meningkat dari 22 orang pada 2022 menjadi 66 orang pada 2026. Capaian ini menunjukkan budaya akademik dan produktivitas dosen terus berkembang,” ujar Mujiburrahman.
Selain jumlah profesor, UIN Ar-Raniry juga mencatat peningkatan jumlah dosen bergelar doktor. Pada 2022 jumlah dosen doktor sebanyak 188 orang, sementara pada 2026 meningkat menjadi 289 orang.
Menurut Mujiburrahman, peningkatan kualitas sumber daya akademik tersebut akan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Guru besar memiliki tanggung jawab strategis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya akademik yang berdampak, membimbing generasi peneliti, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” katanya.
Enam dosen UIN Ar-Raniry yang menerima KMA Guru Besar tersebut yakni Prof. Dr. Azhar, M.Pd. bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam; Prof. Dr. Husna Amin, M.Hum. bidang Filsafat Agama; Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.Si. bidang Antropologi Pendidikan Islam.
Kemudian Prof. Dr. Firdaus, S.Ag., M.Hum. bidang Sosiologi Agama; Prof. Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum. bidang Filsafat Islam Kontemporer; serta Prof. Dr. Jasafat, M.A. bidang Ilmu Dakwah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengingatkan para guru besar agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Jangan berpaham bahwa yang paling utama hanya ilmu. Yang paling utama adalah iman. Iman dan ilmu harus berjalan bersama,” tegas Nasaruddin.
Ia menekankan, guru besar memiliki peran penting dalam menghadirkan ilmu yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui karya ilmiah, integritas, dan pengabdian.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Kamaruddin Amin menyebut guru besar merupakan penggerak utama peningkatan kualitas perguruan tinggi.
“Profesor harus menjadi instrumen utama yang meningkatkan daya ungkit perguruan tinggi Indonesia,” ujarnya.
Dengan bertambahnya enam profesor baru, UIN Ar-Raniry menargetkan penguatan riset, publikasi ilmiah, inovasi akademik, serta peningkatan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.









Discussion about this post