MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Aininadhirah by Aininadhirah
27 Maret 2026
in Cerita
0

Wara (24) Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang, Jumat(27/3/2026) | Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kisah Wara berusia 24 tahun yang tidak pernah menyangka suara yang ia rekam dari balik tenda beralaskan terpal biru itu akan sampai sejauh ini.

Dari sebuah video sederhana yang memperlihatkan kondisi pengungsian di Desa Sekumur, Aceh Tamiang, namanya mendadak dikenal. Video itu viral, menyebar luas di media sosial, dan menjadi sorotan publik.

RelatedPosts

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

Di dalamnya, tidak ada dramatisasi. Hanya kenyataan. Tenda-tenda yang masih berdiri. Warga yang belum pulang. Dan kehidupan yang masih jauh dari kata pulih, meski sudah berbulan-bulan sejak banjir besar menerjang pada 26 November 2025.

Ia sendiri masih tinggal di tenda hingga hari ini, 27 Maret 2026. Bersama dua anggota keluarganya, ia menjalani hari di ruang sempit yang menjadi tempat bertahan sejak rumah mereka hancur.

“Rumah kami hancur diterjang kayu dan air besar,” ujarnya kepada masakini.co, Jumat (27/3/2026).

Video Wara menjadi semakin perhatian ketika muncul pernyataan dari Presiden Prabowo yang menyebut kondisi di Aceh Tamiang telah aman dan warga sudah mendapatkan hunian sementara (huntara).

Namun apa yang ditunjukkan Wara justru berbeda. Di lapangan, warga masih tinggal di tenda. Terpal biru masih menjadi atap. Dan hunian yang dijanjikan belum sepenuhnya dirasakan.

Perbedaan itu yang mendorong Wara untuk tidak diam.

“Saya tidak takut bersuara karena saya di jalan kebenaran, Saya akan membantu berjuang untuk korban banjir walaupun ada korban banjir yang tidak mendukung.” Ujarnya Tegas.

Keputusan untuk bersuara bukan hal mudah. Ia sadar tidak semua orang akan sepakat. Namun bagi Wara, menyampaikan kenyataan jauh lebih penting daripada memilih diam.

Langkahnya perlahan membawa dampak. Ia mengaku, setelah videonya viral, proses pembangunan hunian sementara mulai dipercepat.

“Alhamdulillah senang, karena dari semenjak video saya viral dipercepat huntara ini. Saya senang bisa membantu warga desa korban banjir ini,” katanya.

Meski demikian, realitas di lapangan belum sepenuhnya berubah. Ia dan banyak warga lainnya masih tinggal di tenda, menunggu hunian yang layak benar-benar bisa ditempati.

Di tengah kondisi itu, Wara tetap melihat satu hal penting, suaranya bisa menjadi jembatan.

Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk seluruh warga yang mengalami hal serupa.

Tags: Desa Sekumur Aceh TamiangKisah pengungsian di Aceh TamiangLebaran di PengungsianPascabencana AcehWara
Previous Post

Suhu Aceh Capai 34 Derajat Celsius, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas

Next Post

Pemkab Aceh Besar Segera Proses Pencairan Tunjangan Guru

Related Posts

Pemprov Aceh Desak BNPB Segera Bangun 4 Jembatan Rusak Pasca Banjir

by Riska Zulfira
28 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun kembali empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir....

Wagub Aceh Desak Daerah Tuntaskan Data Pascabencana, Pemulihan Dinilai Masih Terkendala

by Redaksi
19 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh segera menuntaskan validasi data kerusakan dan korban terdampak...

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana Hingga 30 Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana Hingga 30 Juli 2026

by Redaksi
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh resmi menetapkan Status Transisi Darurat menuju Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi seiring berakhirnya masa tanggap darurat. Penetapan ini...

Next Post

Pemkab Aceh Besar Segera Proses Pencairan Tunjangan Guru

Ketidakpastian Biaya Listrik Huntara, Pengungsi Aceh Utara Kebingungan

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co