MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

Aininadhirah by Aininadhirah
12 Maret 2026
in Cerita
0

Suasana tenda yang di tempati Suryani dan keluarga kecilnya, Kamis (12/3/2026). | Foto : Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di banyak rumah, seminggu menjelang Idulfitri biasanya menjadi waktu paling sibuk. Dapur mengepul sejak pagi, aroma kue kering menguar dari dalam rumah, dan keluarga mulai merapikan ruang tamu untuk menyambut hari kemenangan.

Namun suasana itu tidak dirasakan oleh Suryani.

RelatedPosts

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

Di Desa Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, perempuan itu justru menghabiskan hari-harinya di bawah terpal tenda pengungsian. Rumah yang dulu menjadi tempat berkumpul keluarganya kini tak lagi bisa ditempati setelah banjir melanda desa mereka.

Angin sore menerpa dinding tenda yang tipis. Di dalamnya, Suryani dan keluarganya mencoba menjalani hari seperti biasa, meski dengan segala keterbatasan.

“Sekarang saja kami masih tinggal di tenda. Makan juga seadanya karena sudah tidak ada lagi pencarian,” kata Suryani pelan, Kamis (12/3/2026).

Baginya, hari-hari belakangan terasa berjalan lebih berat. Aktivitas bekerja yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga terhenti sejak banjir datang. Sawah dan pekerjaan lain yang biasa mereka lakukan tidak bisa dijalankan.

Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Suryani dan keluarga hanya bisa mengandalkan bantuan yang datang dari berbagai pihak.

Bahkan untuk berbuka puasa, mereka sering kali hanya memiliki makanan yang sangat sederhana.

“Berbuka kadang hanya dengan teh yang kemarin-kemarin dikasih di jalan,” ujarnya.

Kalimat itu diucapkan tanpa keluhan panjang. Namun dari raut wajahnya, terlihat jelas kelelahan yang mereka rasakan.

Lebaran yang biasanya identik dengan hidangan istimewa dan kebersamaan keluarga, tahun ini terasa sangat berbeda bagi mereka.

Tidak ada lagi rumah yang bisa disiapkan untuk menyambut tamu. Tidak ada lagi ruang keluarga tempat mereka berkumpul setelah salat Idulfitri.

Bagi Suryani, perayaan mewah bukan lagi hal yang dipikirkan.

Rumah mereka sudah tidak ada. Yang terpenting saat ini hanyalah bagaimana keluarga mereka bisa bertahan dari hari ke hari.

“Pencarian kami belum ada sampai sekarang. Katanya ada bantuan dari bupati, tapi sampai sekarang belum nampak juga,” katanya.

Di tenda pengungsian, hari-hari dilalui dengan harapan sederhana. Mereka menunggu bantuan logistik yang datang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan.

Bagi para pengungsi, bantuan tersebut menjadi penopang utama untuk tetap bertahan.

Sementara itu, rencana pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir masih dalam proses. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan tempat tersebut bisa ditempati.

Ketidakpastian itu membuat banyak warga harus terus bertahan di tenda, termasuk Suryani dan keluarganya.

Di tengah suasana Ramadan yang seharusnya penuh persiapan menuju hari raya, mereka justru menjalani hari dengan kesederhanaan yang jauh dari bayangan kebanyakan orang.

Jika di tempat lain orang sibuk memilih pakaian baru untuk Lebaran, di tenda pengungsian harapan mereka jauh lebih sederhana.

Bagi Suryani, Lebaran tahun ini kemungkinan besar akan dilewati di tempat yang sama di bawah tenda, bersama keluarga, dengan segala keterbatasan yang ada.

Namun di balik semua itu, ia masih menyimpan satu harapan kecil.

Semoga keadaan segera membaik.

Tags: Banjir Aceh Utarakorban banjir Langkahanpengungsi LebaranTenda Pengungsian
Previous Post

Menag Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

Related Posts

Suluk Jadi Tempat Pulang Terakhir Jariyah di Bulan Ramadan

by Riska Zulfira
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Di depan tenda pengungsian di Desa Lueng Tuha, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jariyah duduk diam. Usianya...

Sudah 1.300 Warga Terima Layanan Kesehatan di Aceh Utara

by Ulfah
12 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) mengerahkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat...

Sepuluh Persen Air, Seratus Persen Kehilangan

by Aininadhirah
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sungai itu kini terlihat tenang. Airnya mengalir pelan, seolah tak pernah menyimpan amarah.  Namun bagi Abu Usman (73),...

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co