MASAKINI.CO – Sebanyak 50 sopir bus dan Hiace yang akan bertugas dalam program mudik gratis Pemerintah Aceh menjalani tes urin untuk memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh sebagai langkah antisipasi demi keselamatan para pemudik, Sabtu (14/3/2026).
Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Aceh, Dedi Andria, mengatakan tes urin dilakukan terhadap para awak angkutan yang akan membawa pemudik ke berbagai daerah di Aceh.
“Sebanyak 50 sopir bus dan Hiace kita lakukan tes urin. Pemeriksaan ini menggunakan enam parameter untuk mendeteksi penggunaan ganja, sabu, kokain, ekstasi, morfin, dan juga obat-obatan tertentu,” kata Dedi Andria.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan menggunakan alat uji cepat yang dapat langsung menunjukkan hasil. Jika pada alat tersebut muncul dua garis, maka hasilnya dinyatakan negatif.
“Kalau nanti kita lihat garis dua berarti negatif. Kita menggunakan alat ini sebagai dasar pemeriksaan. Jika alat menunjukkan hasil positif, maka yang bersangkutan akan kita bawa untuk dilakukan assessment,” ujarnya.
Menurut Dedi, sopir yang terbukti positif nantinya akan menjalani proses asesmen oleh tim BNN untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Jika tingkat ketergantungannya masih ringan, maka akan diarahkan menjalani rehabilitasi rawat jalan. Namun jika kondisinya sudah berat, maka akan dilakukan rehabilitasi rawat inap.
Dedi menambahkan, dalam tiga tahun terakhir pemeriksaan serupa yang dilakukan terhadap sopir angkutan mudik di Aceh tidak menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba. Meski demikian, tes urin tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan.
“Mudah-mudahan ini terus berlanjut. Pemeriksaan ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi beberapa hari terakhir angka kecelakaan juga meningkat,” katanya.
Salah seorang sopir rute Bireuen, Zulfan, mengaku mendukung pemeriksaan tersebut. Menurutnya, tes urin penting dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.
“Cukup bagus, karena ini untuk keselamatan dan kenyamanan pemudik juga,” kata Zulfan yang hasil tes urinnya dinyatakan negatif.








Discussion about this post