MASAKINI.CO – Tradisi ziarah kubur masih menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat saat Idulfitri. Setelah melaksanakan salat Ied, warga biasanya berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai waktu untuk mengingat kematian serta mempererat hubungan keluarga, termasuk dengan anggota keluarga yang telah tiada.
Penceramah Abdul Somad menegaskan bahwa ziarah kubur tidak memiliki batasan waktu tertentu dan tidak hanya dilakukan pada momen-momen tertentu seperti hari raya.
“Kita diperintahkan untuk ziarah kubur, dan waktunya tidak terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ziarah kubur bertujuan untuk mengingat kematian, melembutkan hati, serta meningkatkan kesadaran spiritual seseorang. Karena itu, ia mengimbau umat Islam agar tidak hanya melakukan ziarah saat Idulfitri, tetapi juga menjadikannya sebagai amalan yang dapat dilakukan kapan saja.
Menurutnya, ziarah kubur dapat menjadi pengingat bagi setiap orang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah serta memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.









Discussion about this post