MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry Banda Aceh mencatat lompatan signifikan di kancah riset nasional. Kampus ini menempati peringkat kedua nasional bidang hukum dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026.
Posisi tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry tepat di bawah Universitas Airlangga dan melampaui sejumlah kampus besar seperti Universitas Sebelas Maret serta Universitas Indonesia.
Secara global, UIN Ar-Raniry juga mencatat capaian kuat dengan berada di kisaran peringkat 131 dunia untuk bidang hukum, bahkan melampaui Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran dalam indikator yang sama.
Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menilai capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam mulai memainkan peran strategis dalam produksi pengetahuan berbasis riset.
“Ini bukan sekadar prestasi, tetapi menunjukkan perubahan lanskap riset nasional, di mana PTKIN mulai tampil sebagai aktor penting,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Pemeringkatan Scimago sendiri mengacu pada tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial, yang diukur melalui publikasi ilmiah terindeks Scopus, sitasi, serta kolaborasi internasional.
Untuk memperkuat ekosistem riset, UIN Ar-Raniry terus mendorong peningkatan kualitas publikasi dan pengembangan jurnal bereputasi. Saat ini, kampus tersebut mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah, dengan 49 di antaranya telah terakreditasi nasional melalui sistem SINTA.
Empat jurnal bahkan telah menembus indeks Scopus kuartil satu (Q1), yaitu Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita. Salah satunya, jurnal El-Usrah, tercatat sebagai jurnal antropologi terkemuka di Asia dan masuk 50 besar dunia versi Scimago Journal Rank (SJR) 2025.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Kamaruzzaman, menyebut capaian ini tidak lepas dari penguatan budaya publikasi di lingkungan kampus. “Kami terus mendorong dosen dan mahasiswa aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi,” ujarnya.







Discussion about this post