MASAKINI.CO – Gelombang laut setinggi 4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Simeulue pada 12–15 Oktober 2026. BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengimbau nelayan dan operator kapal penyeberangan mewaspadai kondisi laut yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az Zahra Lubis, menyampaikan peringatan dini tersebut berdasarkan prakiraan kondisi cuaca maritim di wilayah perairan Aceh.
Selain perairan selatan Simeulue, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Sabang–Banda Aceh, Aceh Besar–Meulaboh, Aceh Barat Daya–Simeulue, serta Aceh Singkil–Pulo Banyak.
“Kondisi tersebut dipengaruhi pola angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5–22 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Aceh Besar–Meulaboh serta Sabang–Banda Aceh,” ujarnya.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi angin dan gelombang tertentu dapat meningkatkan risiko pelayaran. Perahu nelayan berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Kapal tongkang berisiko pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri perlu mewaspadai angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
Nelayan dan operator transportasi laut diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Selain peringatan gelombang laut, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Aceh pada 12–14 Oktober 2026. Pada Selasa (13/10/2026), potensi hujan diprakirakan meluas ke 17 daerah, sedangkan pada Rabu (14/10/2026), sebanyak 15 wilayah masih berpotensi diguyur hujan, termasuk Banda Aceh.








Discussion about this post