MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Geulayang Tunang Kembali Semarak di Aceh Besar, Tradisi Pascapanen yang Terus Dijaga

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Oktober 2026
in News
0

Peserta Geulayang Tunang usai bertanding dalam event tahunan di Gampong Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (12/10/2026). | Foto: Dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Layang-layang kembali menghiasi langit Gampong Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (12/10/2026). Puluhan peserta dari berbagai wilayah berkumpul di hamparan sawah untuk mengikuti Festival Geulayang Tunang, menghidupkan kembali permainan tradisional yang dahulu menjadi hiburan masyarakat selepas panen.

Bagi masyarakat setempat, geulayang tunang bukan sekadar permainan, tetapi juga bagian dari tradisi yang mempertemukan warga dalam suasana kebersamaan.

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Bahas Relokasi Pedagang Kelapa Muda, Pedagang Bersedia Pindah Mandiri

Hujan Lebat Berpotensi Guyur 17 Wilayah Aceh Hari Ini, Waspada Banjir

Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan 47 Fitur AI, Ini Harga dan Promonya

Ketua Panitia Festival, Arif Firnandy, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menjaga agar permainan tradisional Aceh tidak semakin dilupakan, terutama oleh generasi muda.

“Kita ingin menghidupkan kembali tradisi geulayang tunang yang sudah menjadi bagian dari budaya Aceh sejak lama. Kegiatan ini kita selenggarakan sekaligus dalam momentum Hari Ulang Tahun Sanggar Seni Saweuna,” kata Arif.

Ia menjelaskan, geulayang tunang dahulu kerap dimainkan setelah musim panen. Sawah yang telah kosong menjadi tempat bagi para pemuda untuk menerbangkan layang-layang sekaligus bersilaturahmi. Namun, kebiasaan itu kini semakin jarang dijumpai seiring berkembangnya permainan modern dan penggunaan gawai.

“Lewat festival ini, kita ingin anak-anak muda mengenal kembali kebanggaan lokalnya. Layang-layang bukan hanya permainan, tapi simbol kebersamaan dan kegembiraan,” ujarnya.

Dalam kategori layang-layang tunang, peserta harus menggunakan tali sepanjang 350 meter. Layang-layang juga harus memakai warna merah, kuning, atau hijau serta memuat gambar atau logo bulan bintang dan pedang.

Pada perlombaan ini, Muhammad Yuni dari Ule Ue, Indrapuri, meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Rahmat Danil dari Reuleung Geulumpang, Kuta Malaka, disusul Grup Peng Bicah dari Weubada, Montasik.

Sementara itu, Haikal dari Reuleung Geulumpang menjadi juara pertama kategori layang-layang hias. Dely Rifki dari Lambaro Samahani menempati posisi kedua, sedangkan Grup Peng Bicah dari Weubada meraih posisi ketiga. Total hadiah untuk kategori layang-layang hias mencapai Rp 500.000.

Melalui festival ini, tradisi yang dahulu mengisi waktu selepas panen kembali hadir di tengah masyarakat.

Tags: Aceh BesarFestival Geulayang TunangKuta MalakaPelestarian Budaya Acehpermainan tradisionaltradisi layang-layang Aceh
Previous Post

Aceh Tamiang Kembali Dikepung Banjir, 19 Desa Terendam

Next Post

Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan 47 Fitur AI, Ini Harga dan Promonya

Related Posts

Radar BMKG di Aceh Jangkau 150 Kilometer, Bantu Pantau Laut dan Dukung Deteksi Tsunami

by Riska Zulfira
12 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – BMKG kini memperkuat pemantauan kondisi laut di perairan utara Aceh dengan teknologi High Frequency (HF) Radar Array yang mampu...

Polisi Tangkap Residivis Pencurian Kos Mahasiswi di Aceh Besar

by Redaksi
12 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Polisi menangkap seorang pria berinisial HK (40), terduga pelaku pencurian di kamar kos seorang mahasiswi di Gampong Rukoh,...

Lahan Transmigrasi Jantho dan Seulimeum Masih Terbengkalai, Aceh Besar Siapkan Pengembangan

by Ahmad Mufti
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyiapkan pengembangan kawasan transmigrasi Jantho dan Seulimeum. Salah satu fokusnya adalah mendorong lahan...

Next Post

Samsung Galaxy S26 FE Hadir dengan 47 Fitur AI, Ini Harga dan Promonya

Hujan Lebat Berpotensi Guyur 17 Wilayah Aceh Hari Ini, Waspada Banjir

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co