MASAKINI.CO – Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tamiang setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/10/2026) malam. Genangan merendam 19 desa di sembilan kecamatan, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai 1,5 meter.
Berdasarkan laporan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan menggenangi permukiman warga. Hingga laporan terakhir, kondisi air di sejumlah wilayah mulai surut, sementara di lokasi lain debitnya masih bertambah.
Petugas Pusdatin BPBA, Haslinda, menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Aceh Tamiang masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memantau perkembangan banjir di lapangan.
Dampak cukup tinggi dilaporkan di Kecamatan Tamiang Hulu. Di Desa Rongoh, ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter dan berdampak pada 30 kepala keluarga (KK). Sementara di Desa Bandar Khalifah, sebanyak 150 KK dilaporkan terdampak.
Di Kecamatan Tenggulun, banjir merendam Desa Simpang Kiri dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter dan berdampak pada 50 KK. Di Desa Sumber Makmur, air mencapai sekitar satu meter dan berdampak pada 10 KK. Adapun di Desa Tenggulun, sebanyak 30 KK terdampak.
Banjir juga merendam Desa Alur Selebu di Kecamatan Kejuruan Muda, dengan 25 KK terdampak. Di Kecamatan Bendahara, genangan setinggi sekitar 30 sentimeter di Desa Balai berdampak pada 55 KK.
Selain wilayah tersebut, banjir dilaporkan terjadi di desa-desa lain di Kecamatan Karang Baru, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, dan Kota Kualasimpang. Pendataan dampak di sejumlah lokasi masih berlangsung.
BPBD Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan pemantauan, observasi, dan pendataan serta menyiapkan personel di workshop BPBD untuk mendukung penanganan banjir.
Dalam laporan sementara tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, jumlah keseluruhan warga terdampak masih dalam pendataan, sementara kondisi banjir di sejumlah wilayah masih berubah.










Discussion about this post