MASAKINI.CO – Lahan eks Shopping Center Pasar Aceh kini menjadi ruang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banda Aceh. Sejumlah pedagang kuliner memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjualan pada sore hingga malam hari, mulai dari siomay, mochi, lumpia hingga coffee truck.
Aktivitas perdagangan di lokasi itu mulai berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB. Kehadiran para pedagang membuka peluang bagi UMKM untuk menjalankan usaha di kawasan Pasar Aceh dengan biaya yang relatif terjangkau.
Pedagang siomay, Nanda, mengatakan mulai berjualan di lokasi tersebut sejak 2 Oktober 2026. Ia mengetahui adanya tempat berjualan itu dari informasi antarpedagang UMKM.
“Awalnya saya berjualan di Blang Padang atau di Car Free Day (CFD). Setelah mendapat informasi lahan di sini, barulah kami pindah untuk meramaikan stan makanan,” kata Nanda, Senin (12/10/2026).
Menurut Nanda, lokasi tersebut memberikan peluang pendapatan yang cukup baik. Omzet penjualannya bisa melampaui Rp1,5 juta per hari saat akhir pekan, sedangkan pada hari biasa mencapai sekitar Rp1 juta.
Selain Nanda, Rani yang menjual mochi juga memanfaatkan lahan tersebut untuk mengembangkan usahanya. Ia menilai biaya yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik lokasi itu bagi pedagang kecil.
“Di sini biaya sewanya murah. Kami cuma perlu bayar Rp20.000 untuk listrik, kebersihan, sama tempat,” ujar Rani.
Rani menyebut omzet penjualan mochinya mencapai sekitar Rp1,5 juta per hari pada akhir pekan. Sementara pada hari biasa, omzetnya berkisar Rp800.000 hingga Rp1 juta sehari.
Ia juga menilai persaingan yang sehat di antara pedagang menjadi hal positif untuk menjalankan usaha di kawasan tersebut.
Penulis: Alya Ulfa








Discussion about this post