Ditahan Imbang Gasma Enrekang, Peluang PSLS Lhokseumawe ke Babak 32 Besar Tipis

Pemain PSLS Lhokseumawe, Maulana, membobol gawang Gasma Enrekeng hingga menyelamatkan timnya dari kekalahan. (foto: untuk masakin.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Ditahan Imbang Gasma Enrekang, Peluang PSLS Lhokseumawe ke Babak 32 Besar Tipis

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Pemain PSLS Lhokseumawe, Maulana, membobol gawang Gasma Enrekeng hingga menyelamatkan timnya dari kekalahan. (foto: untuk masakin.co)

MASAKINI.CO – PSLS Lhokseumawe hanya mampu meraih satu poin di laga kedua babak Grup L, setelah bermain 2-2 dengan tim asal Sulawesi Selatan, Gasma Enrekang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (10/2/2022).

Dengan demikian, peluang melaju ke babak 32 besar putaran nasional Liga 3 Indonesia, nyaris habis. Di Grup L, Persidago dan Gasma Enrekang sama-sama mengoleksi 4 poin. Sedangkan PSLS dan PS Bima Sakti, NTB masing-masing baru mengumpulkan satu poin.

PSLS memulai laga dengan grogi. Sama halnya seperti di pertandingan pertama, saat kalah dari Persidago 1-0. Akibatnya, PSLS lebih dulu tertinggal 0-1 dari Bima Sakti lewat gol sundulan.

Tertinggal satu gol, membuat Muhammad Rizki, Iqbal Lesmana M Ismail dkk tersentak. Mereka berupaya bangkit lewat skema bola-bola panjang. Hasilnya, long passing Iqbal Lesmana dikonversikan Al Muzanni. Kedudukan 1-1 tercipta hingga turun minum.

Setelah itu, pelan namun pasti tim dengan julukan Laskar Pase tersebut mulai naik kepercayaan diri. Hanya saja, kesalahan tak perlu seperti salah passing, transisi yang longgar, merepotkan tim sendiri.

Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Gasma Enrekang, yang memperoleh beberapa peluang. Melalui skema tendangan bebas, PSLS kembali tertinggal 1-2, setelah pemain Bima Sakti merobek gawang PSLS yang dijaga Wawan Syahbandi.

Kembali tertinggal membuat sang pelatih, Mukhlis Rasyid melakukan sejumlah perubahan strategi. Salah satunya dengan memasukkan striker, Anas. Masuknya Anas membuat lini depan PSLS lebih menggigit. Tak jarang, pemain Bima Sakti harus melakukan pelanggaran.

Amatan masakini.co dari jalannya pertandingan, buruknya kepemimpinan wasit juga berdampak terganggunya psikologi pemain PSLS. Saat laga nyaris usai, tercatat sebanyak empat kali pemain Gasma Enrekang terkena handball. Namun wasit tak menggubris. Sejumlah protes dilayangkan oleh pemain.

Di masa injury time, wasit memberikan pelanggaran di kotak penalti. Pemain Gasma Enrekang harus membuat pagar layaknya permainan futsal. Setelah dua kali berturut-turut, akhirnya wasit menunjuk titik putih, karena pemain Gasma Enrekang melakukan handball.

Bek PSLS, Maulana yang maju sebagai eksekutor berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Ia melakukan shooting keras ke tengah gawang. Sedangkan kiper Gasma Enrekang, membacanya ke kanan. Skor tersebut menjadi penyelamatan PSLS dari kekalahan. Gol penyama kedudukan 2-2 itu terjadi menit 90+3.

Dengan hasil tersebut, PSLS baru mengoleksi satu poin dari dua laga yang sudah dimainkan. Di partai terakhir Grup L, PS Bima Sakti akan menjadi lawan PSLS. Di laga sebelumnya, Bima Sakti ditahan imbang Persidago dengan skor 1-1.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist