Dugaan Culas Main Kayu di Proyek Jalan Tembus Trumon – Aceh Singkil

Kayu-kayu di sekitar lokasi pembangunan jalan Trumon - Aceh Singkil yang diduga hasil ilegal logging. (foto: Walhi Aceh)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Dugaan Culas Main Kayu di Proyek Jalan Tembus Trumon – Aceh Singkil

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kayu-kayu di sekitar lokasi pembangunan jalan Trumon - Aceh Singkil yang diduga hasil ilegal logging. (foto: Walhi Aceh)

MASAKINI.CO – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menemukan praktik ilegal logging jual beli kayu pada pembangunan jalan Trumon, Aceh Selatan, ke perbatasan Aceh Singkil. Pembangunan jalan tersebut masuk dalam salah satu proyek dengan skema multiyears atau tahun jamak 2020-2022 Pemerintah Aceh.

Direktur Walhi Aceh Ahmad Shalihin, mengatakan kayu tersebut telah dipotong-potong lalu diangkut ke Medan, Sumatera Utara.

“Kayu-kayu berukuran 2 sampai 4 meter itu diangkut pada malam hari. Ada alat berat jenis bekho di sana yang mengeluarkan kayu ini lalu di bawa ke Medan,” katanya, Kamis (27/1/2022) kemarin.

Menurutnya, jalan tembus Trumon ke Aceh Singkil ini melintasi area konservasi Rawa Singkil. Pihaknya khawatir, pembangunan jalan yang melintasi area konservasi itu dapat mengganggu keanekaragaman hayati di sana, terutama satwa kunci harimau, gajah, orang utan dan dadak.

“Apalagi saat ini keberadaan satwa tersebut semakin kritis, konflik satwa dan perdagangan ilegal (satwa) masih tinggi di Aceh,” ungkapnya.

Selain itu, sebut Ahmad Shalihin, di area konservasi yang melintasi jalan tembus Trumon-Aceh Singkil ini juga terdapat endemik anggrek pinsil dan kantong semar.

Praktik ilegal logging di kawasan pembangunan jalan tersebut, jika tidak segera ditindak, dikhawatirkan akan memperparah konflik satwa dengan manusia dan tanaman punahnya tanaman langka.

“Pemerintah Aceh harus proaktif melakukan pengawasan. Bila dibiarkan tanpa ada perlindungan, dikhawatirkan satwa dan tanaman langka ini juga bakal punah,” tegas Ahmad Shalihin.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist