Gelombang Tinggi, Nelayan Lhokseumawe Tidak Melaut

Kapal nelayan terparkir di tempat pendaratan ikan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. (foto: masakini.co/Mulyadi)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Gelombang Tinggi, Nelayan Lhokseumawe Tidak Melaut

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kapal nelayan terparkir di tempat pendaratan ikan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. (foto: masakini.co/Mulyadi)

MASAKINI.CO – Cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin angin kencang yang melanda perairan Lhokseumawe sejak beberapa hari terakhir ini membuat nelayan tidak bisa melaut. Akibatnya pasokan ikan berkurang dan membuat harga ikan melambung tinggi.

Azhari (50) nelayan Kuala Ujong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe mengatakan, untuk sekarang ini para nelayan hanya bisa memperbaiki perahu dan jaring tangkap ikan, dan jika memaksakan diri melaut berdampak buruk terutama perahu yang digunakan bisa terbalik hingga nelayan bisa terbawa gelombang air laut.

Azhari menambahkan untuk harga ikan saat ini sedikit mengalami kenaikan, hal itu disebabkan karena kekurangan stock di pasar serta permintaan meningkat.

“Pasca banjir rob atau pasang purnama dalam beberapa hari terakhir ini kebutuhan ikan segar menurun, karena tidak ada pasokan dari para nelayan,” ungkapnya, Kamis (14/10/2021)

Ia menyebutkan, biasanya semua nelayan akan melaut, tetapi dalam beberapa hari ini hanya sekitar 20 kapal kecil yang berlayar itupun tidak jauh dari daratan untuk mengantisipasi kembali terjadi pasang purnama.

Selain itu ia mengatakan, beberapa kapal besar juga tidak dioprasikan karena kendala pada anggaran dan minyak kapal. Untuk kapal yang berlayar 30 Mil bisa menghabiskan Rp 15 juta sekali berlayar.

Reporter: Mulyadi

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist