Gubernur Minta PMI Pusat Audit Investigasi PMI Banda Aceh

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. (dok masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Gubernur Minta PMI Pusat Audit Investigasi PMI Banda Aceh

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. (dok masakini.co)

MASAKINI.CO – Polemik pengiriman darah dari PMI Kota Banda Aceh ke PMI Tangerang yang diduga dilakukan diam-diam dan menyalahi prosedur, akhirnya sampai ke telinga Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Nova menyebut telah mengirim surat permohonan kepada Pengurus PMI Pusat untuk melakukan audit investigasi terhadap kabar yang menyita perhatian publik di Aceh tersebut.

“Ini guna menghindari munculnya ketidakpercayaan masyarakat dan pendonor aktif dalam mendonorkan darahnya pada Palang Merah Indonesia,” ujarnya, Kamis (12/5/2022) malam.

Sembari menunggu hasil audit dari PMI Pusat, Nova Iriansyah memerintahkan seluruh ASN Pemerintah Aceh sementara waktu menunda mendonorkan darah pada PMI Banda Aceh.

Dia mengarahkan ASN mendonorkan darahnya langsung ke Instalasi Transfusi Darah Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Sebelumnya diberitakan, PMI Banda Aceh diduga mengirim darah mencapai 2.050 kantong ke Tangerang, Banten, secara diam-diam. Pengiriman itu diketahui usai sebagian pengurus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Banda Aceh.

Menurut Sekretaris PMI Banda Aceh Syukran Aldiansyah, pengiriman darah ke Tanggerang itu dilakukan pada Januari, Februari, dan April 2022.

“Pengurus lainnya tidak mengatahui adanya pengiriman darah dalam jumlah besar karena keputusannya diambil oleh Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi. Kami tidak pernah dilibatkan,” katanya.

Namun, Ketua PMI Banda Aceh Dedi Sumardi membantah tudingan tersebut. Dia tak menyangkal bahwa memang ada pengiriman darah ke PMI Tangerang pada Januari dan Februari, tetapi prosesnya dilakukan sesuai prosedur dan memiliki nota MoU alih distribusi darah.

Dia pun mengaku melibatkan semua pengurus saat menentukan segala kebijakan PMI Banda Aceh, namun sejumlah pengurus sering tak hadir.

Dedi menjelaskan, pengiriman darah ke UDD PMI Tangerang dilakukan karena stok darah di PMI Banda Aceh pada saat itu aman dan berlebih, sehingga pengiriman dilakukan untuk menghindari kadaluarsa darah.

“Alih distribusi darah antar Unit Donor Darah PMI itu hal yang lumrah dan biasa, asalkan UDD yang bersangkutan memiliki stok yang aman dan berlebih,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist