Koalisi Ketahanan Demokrasi Aceh Gelar FGD dengan DPRA

Perkumpulan anak muda di Aceh gelar FGD tentang demokrasi dengan wakil ketua DPRA, Safaruddin. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Koalisi Ketahanan Demokrasi Aceh Gelar FGD dengan DPRA

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Perkumpulan anak muda di Aceh gelar FGD tentang demokrasi dengan wakil ketua DPRA, Safaruddin. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Sebanyak 30 partisipan Koalisi Anak Muda Democracy Resilience (KAMu DemRes) dan Koalisi Inklusi Democracy Resilience berdiskusi terkait pendidikan dan pemahaman politik dasar untuk anak muda dan inklusi, dalam rangka menyambut pesta demokrasi 2024.

Diskusi itu digelar di aula badan anggaran kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, terlibat bicara dengan peserta yang rata-rata anak muda tersebut, pada Kamis (22/9/2022).

Diskusi berlangsung sejak pukul 10.10 WIB pagi membahas substansi keterlibatan anak muda dan politik, pemenuhan hak terhadap kelompok minoritas, dan transparansi anggaran untuk pembangunan di Aceh.

Menjawab pertanyaan partisipan forum, Safarudin menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda dan komunitas dalam mendorong penguatan demokrasi di era saat ini telah menjadi sebuah keharusan.

“keterlibatan banyak pihak, termasuk anak muda, dalam mendorong isu-isu penguatan demokrasi sangat dibutuhkan terutama menjelang pemilu 2024,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pelibatan kelompok disabilitas dalam menyambut pesta demokrasi 2024, dan juga pelibatan anak muda sebagai kader politik.

Safaruddin menyatakan pihaknya akan memperjuangkan Qanun Disabilitas, serta komit dengan revisi Qanun Jinayah yang saat ini sedang berproses.

“Terutama fokus kita (di revisi Qanun Jinayah) pada upaya pencegahan terhadap kekerasan seksual,” ujarnya.

Adapun partisipan KAMu DemRes yang berdiskusi langsung di gedung DPRA itu terdiri dari Komunitas Gereja Katolik, mahasiswa, Young Voice, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banda Aceh.

Sementara dari Koalisi Inklusi tergabung di dalamnya Aceh Women for Peace Foundation, Aliansi Inong Aceh, Children and Youth Disability for Change, Yayasan Hakka Aceh.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist