NasDem Aceh Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

NasDem Aceh Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh, menginisiasi pembentukan posko pengaduan kekerasan seksual di Aceh.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza, bersama Garnita dan Wakil Bidang Hukum dan HAM, ditugaskan partai untuk membentuk posko tersebut.

“Ini intruksi DPP Partai NasDem terutama dari Bidang Perempuan dan Anak untuk membuka posko pengaduan bagi korban kekerasan seksual pada perempuan,” katanya, Selasa (18/1/2022).

Fevi menyebut, saat ini masih banyak korban kekerasan seksual yang enggan melaporkan kasus yang mereka alami. Pada tahun 2019 Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Pemerintah Aceh mencatat bahwa ada 1067 korban kekerasan yang ditangani, angka ini memang menurun di tahun 2020 dengan 905 kasus.

Namun di tahun 2021, angka tersebut kembali naik menjadi 924 kasus, dengan kasus terbanyak tercatat di Banda Aceh, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

“Belum lagi, kasus kekerasan seksual yang tidak terlapor, dan ini tidak bisa dianggap remeh. Makanya kami membuat Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di kantor DPW Partai NasDem Aceh,” ujarnya.

Fevi mengatakan, angka kekerasan seksual yang belum terlapor jumlahnya diprediksi lebih besar ketimbang yang sudah muncul ke permukaan. “Atas dasar itu kami akan terus mengawal dan mengadvokasi, mengingat angka kekerasan seksual masih banyak yang belum terjangkau,” katanya.

Posko pengaduan kekerasan seksual ini diharapkan dapat menjawab problem kekerasan seksual di berbagai daerah, khususnya di Aceh.

“Untuk masalah ini, Bidang Perempuan dan Anak Partai NasDem Aceh berkolaborasi dengan Badan Hukum (Bahu) NasDem, dan Garnita Malahayati ditugaskan untuk membuka pos pengaduan.
Dan kami juga akan menjalin kerjasama dengan beberapa instansi terkait,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist