Nezar Patria: Ekonomi Aceh Harus Dibangun dengan Semangat Entrepreneurship

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Nezar Patria: Ekonomi Aceh Harus Dibangun dengan Semangat Entrepreneurship

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

MASAKINI. CO – Wartawan senior asal Aceh, Nezar Patria, menyebutkan perekonomian Aceh haruslah dibangun dengan semangat entrepreneurship yang tinggi, dengan memanfaatkan potensi komoditi, terutama pertanian dan perkebunan serta perikanan.

“Aceh harus memanfaatkan posisinya yang strategis di Selat Malaka, pintu gerbang Indonesia untuk urusan ekspor impor komoditi itu,” kata Nezar dalam rilis yang dikirimkan Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Kamis 4/07 tadi.

Apa yang Nezar sampaikan merupakan hasil dari Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat dalam Forum Silaturahmi Aceh Meusapat yang berlangsung di Jakarta, 30/06 kemarin. Rekomendasi itu lahir dari dialog lintas-institusi seperti pengusaha, anggota DPR RI, Ketua Partai, hingga Wali Nanggroe.

Dialog itu sendiri menghasilkan 7 rekomendasi, di antaranya adalah kesiapan pemerintah Aceh dalam menyiapkan instrumen dan kebijakan strategis untuk optimalisasi pembangunan ekonomi Aceh melalui sektor prioritas. Sektor tersebut itu adalah pertanian/perkebunan, perdagangan, perikanan dan pariwasta sebagai upaya menunjang dan memacu akselerasi 15 program unggulan Pemerintah Aceh.

Bank-bank yang beroperasi di Aceh juga diminta untuk mengalokasikan pembiayaan maksimal pada sektor-sektor ekonomi prioritas yakni pertanian/perkebunan, perdagangan, perikanan dan pariwisata Aceh. Bank Aceh sebagai bank miliknya pemerintah Aceh bahkan diminta membuka kantor kas di Jakarta, sehingga diaspora Aceh di ibu kota bisa membuka rekening dan bertransaksi di Bank Aceh.

Nezar mengatakan, untuk menjalankan poin-poin rekomendasi tersebut, Pemerintah Aceh perlu menciptakan jejaring bisnis dengan perspektif outward looking, yakni memperkaya pemahaman pemerintah terhadap persoalan internal, atau melakukan perubahan internal ke arah lebih baik.

Begitu pula terkait pernyataan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang mengatakan bahwa saat ini di Aceh investasi loyo dan kemiskinan meningkat. Nezar berharap masalah tersebut harus segera dicarikan solusinya. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini perekonomian Aceh digerakkan oleh konsumtif poeple, bukan pada sektor produktif.

“Artinya, harus pula dibangun kekuatan dagang yang berkelanjutan dan Pemerintah Aceh harus menggandeng berbagai praktisi untuk mencari solusinya sesegera mungkin,” kata Nezar.

Nezar juga menekankan agar Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh yang baru, Makmur Budiman dapat menjadi motor dan motivator dalam pembangunan ekonomi Aceh. Diketahui, selama ini KADIN Aceh sebagai salah satu poros ekonomi yang diharapkan mampu menggerakan usaha-usaha di Aceh belum mampu bekerja secara maksimal.

“Kadin Aceh harus menjadi penggerak untuk menciptakan pebisnis-pebisnis muda, dan motivator untuk inovasi-inovasi bisnis. Ada banyak komoditi yang bisa digarap dari hulu ke hilir dari sektor industri pertanian dan juga perikanan,” ujarnya.

Terkait ekonomi kreatif, Nezar juga meminta pemerintah untuk membangkitkan sektor tersebut. Perlu juga dipikirkan membangun ekonomi dari desa, dengan memanfaatkan dana milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dipadukan dengan jaringan teknologi.

“Kita bisa belajar dari China dan India bagaimana mereka mampu mengembangkan UKM dengan bantuan teknologi. Dengan internet via media sosial dan paltform e-commerce, mereka bisa memasarkan produk rumah tangga di pelosok China ke seluruh dunia,” kata Nezar. []

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist