Zahrol Fajri: Dayah Darul Amin Harus Jadi Penerus Islam Tangguh Bagi Aceh

Kadisdik Dayah Aceh, Zahrol Fajri, saat menyerahkan SK untuk tenaga kontrak di Dayah Perbatasan Darul Amin. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Zahrol Fajri: Dayah Darul Amin Harus Jadi Penerus Islam Tangguh Bagi Aceh

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kadisdik Dayah Aceh, Zahrol Fajri, saat menyerahkan SK untuk tenaga kontrak di Dayah Perbatasan Darul Amin. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Dinas Pendidikan Dayah Aceh kembali menambah 12 tenaga kontrak/non PNS sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis dan penunjang pada Dayah Perbatasan Darul Amin, Desa Tanoh Alas, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara.

Prosesi pelantikan dan penyerahan SK serta pengambilan sumpah tenaga kontrak itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri di aula serbaguna kompleks dayah setempat, Sabtu (29/1/2022).

Zahrol Fajri dalam arahannya menyampaikan, sumpah dan komitmen untuk dapat meningkatkan professionalisme dalam bekerja. Sehingga dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Menurutnya, sumpah tersebut serbagai bentuk komitmen tenaga kontrak untuk menjalankan kewajiban bekerja dengan tekun, jujur dan bertanggungjawab.

“Pemerintah Aceh sangat menaruh banyak harapan untuk dayah perbatasan. Khususnya Dayah Perbatasan Darul Amin ini,” ujar Kadis Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri.

Zahrol menyampaikan, misi lain pembangunan pesantren terpadu di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara sangat berdampak positif bagi masyarakat Aceh, khususnya di wilayah perbatasan.

Selain mensyiarkan dinul Islam, Dayah Perbatasan juga menjadi benteng pertahanan dan pendangkalan akidah.

Zahrol menambahkan, Gubernur Aceh berpesan kehadiran dayah perbatasan harus mampu mencetak generasi penerus islam yang tangguh dan siap pakai untuk diterjukan ke masyarakat.

“Wajah Aceh tercermin dari adat dan kebiasaan di wilayah perbatasan. Jadi baik atau buruknya wajah Aceh itu terlihat pada aktifitas dan keseharian kita di sini. Untuk itulah, implementasi Syariat Islam menjadi pondasi awal dari perbadan masyarakat Aceh,” pungkasnya. [adv]

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist