Hari Batik Nasional, Anggota DPRA Ini Promosikan Batik Subulussalam

Anggota DPRA, Darwati A Gani di Festival Batik Subulussalam 2021. (foto: MC Subulussalam)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Hari Batik Nasional, Anggota DPRA Ini Promosikan Batik Subulussalam

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Anggota DPRA, Darwati A Gani di Festival Batik Subulussalam 2021. (foto: MC Subulussalam)

MASAKINI.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A Gani, membuka Festival Batik Subulussalam 2021, di Taman Yayasan Rumah Kita (YRK), Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Sabtu (2/10/2021).

Darwati A Gani mengapresiasi kegiatan Festival Batik Subulussalam yang diselenggarakan YRK bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Subulussalam.

“Melalui kegiatan festival ini bisa melahirkan pebatik yang handal dan profesional di Subulussalam. Aceh juga memiliki batik khasnya yakni batik Aceh, begitupun Kota Subulussalam memiliki batik dengan ciri khasnya tersendiri,” katanya.

Menurut Darwati, pembinaan yang dilakukan YRK bersama DP3AKB sungguh luar biasa dan bisa menjadi inspirasi bagi pihak lainnya untuk bisa berkiprah dalam membangun Kota Subulussalam, dan Aceh pada umumnya.

Dia mengajak semua pihak untuk terus mempromosikan batik Subulussalam hingga terkenal di Indonesia, bahkan sampai ke dunia internasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Kita (YRK) Risdianti Saragih, mengucapkan terima kasih kepada Kepala DP3AKB Kota Subulussalam yang telah mendukung kegiatan Festival Batik Subulussalam di Hari Hatik Nasional 2 Oktober 2021.

Risdianti menyampaikan, kegiatan festival batik yang dilaksanakan pihaknya itu memberi makna pada empat aspek. Pertama, dilihat dari aspek pengembangan, keterampilan membatik adalah seni yang perlu dikembangkan. Maka pembinaan anak sekolah yang selama ini dibina YRK bisa melahirkan pebatik handal dan profesional.

“Kedua, aspek pemberdayaan masyarakat. Masyarakat itu perlu dibina dan diberdayakan sehingga masyarakat tersebut mampu menghadapi persaingan hidup,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, aspek ketiga yakni peningkatan ekonomi. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian bersama, apalagi di saat pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia.

“Apabila batik ini sudah dijadikan produk daerah di Subulussalam selain sawit, maka akan membantu ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Risdianti menuturkan, makna aspek keempat dari festival tersebut adalah kekayaan intelektual yang telah menjadi warisan leluhur bangsa. “Wajib bagi kita untuk menjaga dan melestarikan batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), yang pengukuhannya dilakukan usai sidang ke-4 UNESCO di Abu Dhabi Oktober 2009,” pungkasnya.

Dalam kegiatan Festival Batik Subulussalam tersebut diikuti 10 pelajar SMKN I Simpang Kiri yang selama ini adalah peserta didik binaan YRK. Mereka berlomba dinilai langsung oleh anggota DPRA Darwati A Gani, dan instruktur batik YRK.(Adv)

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist