MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Maret 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Cerita Beragam Profesi Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19

Redaksi by Redaksi
11 November 2021
in News
0
Cerita Beragam Profesi Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19

Fitri Juliani dan Yayan Zamzami, dua jurnalis di Aceh berbagi kisah kala menghadapi Pandemi Covid-19. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Beragam profesi terdampak pandemi Covid-19, seperti jurnalis, guru, pelaku usaha, tenaga kesehatan, dan lain-lain. Berbagai profesi ini memiliki kisah dan cerita tersendiri mengenai perbedaan pekerjaannya selama pra dan pasca terjadinya pandemi Covid-19.

Seperti yang dituturkan oleh Rahmawati, salah seorang guru di MIN 27 Aceh Besar, selama pandemi ia mengaku kesusahan untuk melakukan proses belajar mengajar (PBM).

RelatedPosts

Korban Bencana Hidrometeorologi Aceh Timur Terima Bantuan dari Kemensos dan Kemendagri

Anggaran Terbatas, Pawai Takbiran Banda Aceh Tahun Ini Diikuti 15 Kafilah

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

“Iya, kan ini udah hampir dua tahun kan. Selama ini agak susah kita lakukan pembelajaran, apalagi waktu awal-awal Covid kemarin. Akhirnya kami sempat lakukan shift belajar juga, belajar daring juga melalui e-belajar, tapi memang agak susah,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa murid dan orang tua harus benar-benar peduli terhadap pembelajaran selama proses belajar yang diwarnai pandemi ini.

“Istilahnya tu orang tua menggantikan peran guru di rumah. Jadi, murid sama orang tua harus benar-benar bekerja sama dan peduli terhadap belajar anak selama pandemi ini,” lanjut Rahmawati.

Di sisi lain, Yayan Zamzami, salah seorang jurnalis televisi menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai jurnalis agak terbatasi di kala pandemi, khususnya dalam melakukan liputan langsung ke lapangan.

“Sebenarnya gak jauh-jauh beda kali ya, hanya saja ada sedikit terbatasi, misalnya liputan langsung untuk di awal-awal pandemi itu terbatasi kita, gitu. Secara diri sendiri tidak membatasi tapi tempat liputan dan narasumber yang agak membatasi. Misalnya mau interview atau apa, narasumbernya bilang kita nggak terima tamu, atau apa gitu, jadi via telfon atau skype, atau zoom saja, gitu. Kalau aktivitasnya sih nggak bisa kita membatasinya gitu. Apalagi kalau saya kan di televisi, jadi otomatis harus sampai di tkp untuk mendapatkan gambar, kecuali teman-teman yang penulis online atau koran cetak gitu,” jelasnya.

Saat awal-awal pandemi, Yayan menjelaskan bahwa ia harus mengikuti protokol kesehatan dengan lebih ketat, “Misalnya pakai perlengkapan yang lengkap, misalnya mau ke rumah sakit punya baju apd dan lain-lainnya. Kalau mau ke tempat lain, harus dengan masker, terus di tas disedian selain sanitizer ada disinfektan buat sendiri, pulang dari tkp misalnya mau bikin laporan di rumah atau di sekretariat, harus ganti baju dan disempot disinfektan, paling ada penambahan seperti itu saja.”

Sejalan dengan Yayan, Fitri Juliana, Jurnalis Radio Elshanta, mengaku di saat pandemi sedikit kesulitan saat ingin melakukan wawancara dengan narasumber.

“Karena saya radio, lebih ke audio. Audio kan mau nggak mau setiap buat berita harus punya insert ya, atau rekaman suaranya. Jadi mungkin kendala di masa pandemi itu mungkin ketika ketemu narasumber nih, ketika wawancara terkadang mungkin kita yang gak protect, narasumbernya yang protect nih. Nanti ketika protect, nanti via telepon aja ya, mungkin hal-hal seperti itu, mungkin agak terbatas dari sisi itu sih,” jelas Fitri.

Berbeda dengan dua profesi di atas, Devira Nurhaliza, salah seorang pelaku usaha berupa jasa inai mengatakan bahwa pada saat awal-awal pandemi Covid-19 ia jarang mendapatkan pemakai jasa.

“Waktu awal-awal dulu memang sempat sepi job, karena kan sempat dilarang untuk melakukan pesta kan, akhirnya sepi pengantin yang minta dipakaikan inai. Sempat susah juga kemarin. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah mulai rame lagi.”

Wulandari, salah seorang perawat, mengatakan selama pandemi ia belajar banyak hal baru terutama terkait virus Covid-19 yang belum ada sebelumnya.

“Waktu kuliah dulu kan belum ada virus ini akhirnya, sekarang ketika muncul kita memang dituntut harus belajar hal baru, juga bagaimana cara penyembuhannya. Sekarang udah lebih terbiasa, tapi waktu awal-awal dulu sempat takut dan was-was juga untuk menangani pasien,” pungkas Wulan.[]

Tags: acehCovid-19PandemiProfesi
Previous Post

Masuk Kantor di Banda Aceh Mulai Berlaku Barcode PeduliLindungi

Next Post

BRI Perkuat Layanan Global Banking Solution Melalui Jaringan SWIFT MT101

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Waspada, Potensi Angin Kencang Ancam Aceh hingga Agustus

Cuaca Aceh Hari Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI. CO - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Senin, 2 Februari 2026, berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang...

Next Post
Dana Rights Issue untuk Sumber Pertumbuhan Baru, Saham BBRI Layak Dikoleksi

BRI Perkuat Layanan Global Banking Solution Melalui Jaringan SWIFT MT101

Danrem 011/LW Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2021 di Lhokseumawe

Danrem 011/LW Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2021 di Lhokseumawe

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co