MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Cerita Beragam Profesi Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19

Redaksi by Redaksi
11 November 2021
in News
0
Cerita Beragam Profesi Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19

Fitri Juliani dan Yayan Zamzami, dua jurnalis di Aceh berbagi kisah kala menghadapi Pandemi Covid-19. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Beragam profesi terdampak pandemi Covid-19, seperti jurnalis, guru, pelaku usaha, tenaga kesehatan, dan lain-lain. Berbagai profesi ini memiliki kisah dan cerita tersendiri mengenai perbedaan pekerjaannya selama pra dan pasca terjadinya pandemi Covid-19.

Seperti yang dituturkan oleh Rahmawati, salah seorang guru di MIN 27 Aceh Besar, selama pandemi ia mengaku kesusahan untuk melakukan proses belajar mengajar (PBM).

RelatedPosts

10 Bulan Terputus, Jembatan Permanen Kutablang Akhirnya Beroperasi

Mardiono Lantik Pengurus PPP se Aceh Periode 2026-2031

Boat Ditemukan Tanpa Nelayan, Pria 60 Tahun Diduga Hilang di Perairan Sigli

“Iya, kan ini udah hampir dua tahun kan. Selama ini agak susah kita lakukan pembelajaran, apalagi waktu awal-awal Covid kemarin. Akhirnya kami sempat lakukan shift belajar juga, belajar daring juga melalui e-belajar, tapi memang agak susah,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa murid dan orang tua harus benar-benar peduli terhadap pembelajaran selama proses belajar yang diwarnai pandemi ini.

“Istilahnya tu orang tua menggantikan peran guru di rumah. Jadi, murid sama orang tua harus benar-benar bekerja sama dan peduli terhadap belajar anak selama pandemi ini,” lanjut Rahmawati.

Di sisi lain, Yayan Zamzami, salah seorang jurnalis televisi menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai jurnalis agak terbatasi di kala pandemi, khususnya dalam melakukan liputan langsung ke lapangan.

“Sebenarnya gak jauh-jauh beda kali ya, hanya saja ada sedikit terbatasi, misalnya liputan langsung untuk di awal-awal pandemi itu terbatasi kita, gitu. Secara diri sendiri tidak membatasi tapi tempat liputan dan narasumber yang agak membatasi. Misalnya mau interview atau apa, narasumbernya bilang kita nggak terima tamu, atau apa gitu, jadi via telfon atau skype, atau zoom saja, gitu. Kalau aktivitasnya sih nggak bisa kita membatasinya gitu. Apalagi kalau saya kan di televisi, jadi otomatis harus sampai di tkp untuk mendapatkan gambar, kecuali teman-teman yang penulis online atau koran cetak gitu,” jelasnya.

Saat awal-awal pandemi, Yayan menjelaskan bahwa ia harus mengikuti protokol kesehatan dengan lebih ketat, “Misalnya pakai perlengkapan yang lengkap, misalnya mau ke rumah sakit punya baju apd dan lain-lainnya. Kalau mau ke tempat lain, harus dengan masker, terus di tas disedian selain sanitizer ada disinfektan buat sendiri, pulang dari tkp misalnya mau bikin laporan di rumah atau di sekretariat, harus ganti baju dan disempot disinfektan, paling ada penambahan seperti itu saja.”

Sejalan dengan Yayan, Fitri Juliana, Jurnalis Radio Elshanta, mengaku di saat pandemi sedikit kesulitan saat ingin melakukan wawancara dengan narasumber.

“Karena saya radio, lebih ke audio. Audio kan mau nggak mau setiap buat berita harus punya insert ya, atau rekaman suaranya. Jadi mungkin kendala di masa pandemi itu mungkin ketika ketemu narasumber nih, ketika wawancara terkadang mungkin kita yang gak protect, narasumbernya yang protect nih. Nanti ketika protect, nanti via telepon aja ya, mungkin hal-hal seperti itu, mungkin agak terbatas dari sisi itu sih,” jelas Fitri.

Berbeda dengan dua profesi di atas, Devira Nurhaliza, salah seorang pelaku usaha berupa jasa inai mengatakan bahwa pada saat awal-awal pandemi Covid-19 ia jarang mendapatkan pemakai jasa.

“Waktu awal-awal dulu memang sempat sepi job, karena kan sempat dilarang untuk melakukan pesta kan, akhirnya sepi pengantin yang minta dipakaikan inai. Sempat susah juga kemarin. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah mulai rame lagi.”

Wulandari, salah seorang perawat, mengatakan selama pandemi ia belajar banyak hal baru terutama terkait virus Covid-19 yang belum ada sebelumnya.

“Waktu kuliah dulu kan belum ada virus ini akhirnya, sekarang ketika muncul kita memang dituntut harus belajar hal baru, juga bagaimana cara penyembuhannya. Sekarang udah lebih terbiasa, tapi waktu awal-awal dulu sempat takut dan was-was juga untuk menangani pasien,” pungkas Wulan.[]

Tags: acehCovid-19PandemiProfesi
Previous Post

Masuk Kantor di Banda Aceh Mulai Berlaku Barcode PeduliLindungi

Next Post

BRI Perkuat Layanan Global Banking Solution Melalui Jaringan SWIFT MT101

Related Posts

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

Next Post
Dana Rights Issue untuk Sumber Pertumbuhan Baru, Saham BBRI Layak Dikoleksi

BRI Perkuat Layanan Global Banking Solution Melalui Jaringan SWIFT MT101

Danrem 011/LW Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2021 di Lhokseumawe

Danrem 011/LW Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2021 di Lhokseumawe

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co