MASAKINI.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat sejumlah komoditas makanan menjadi penyumbang utama dalam pembentukan garis kemiskinan Aceh pada Maret 2026. Komoditas tersebut di antaranya beras, rokok kretek filter, ikan tongkol/tuna/cakalang, serta telur ayam ras.
BPS mencatat garis kemiskinan Aceh pada Maret 2026 mencapai Rp742.464 per kapita per bulan. Angka tersebut meningkat 3,83 persen dibandingkan September 2025.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan kelompok makanan masih menjadi komponen terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan dibandingkan kelompok nonmakanan.
“Pada Maret 2026, Garis Kemiskinan tercatat sebesar Rp742.464 per kapita per bulan atau naik 3,83 persen dibandingkan September 2025,” ujar Agus Andria dalam Berita Resmi Statistik Provinsi Aceh, Kamis (6/8/2026).
Menurut Agus, komoditas makanan memberikan kontribusi sebesar 76,86 persen terhadap garis kemiskinan Aceh. Sementara komoditas nonmakanan menyumbang 23,14 persen.
“Komoditas makanan yang dominan memengaruhi pembentukan garis kemiskinan antara lain beras, rokok kretek filter, tongkol atau tuna atau cakalang, dan telur ayam ras,” katanya.
BPS menjelaskan, komoditas tersebut bukan menjadi penyebab kemiskinan, melainkan bagian dari komponen pengeluaran konsumsi masyarakat yang diperhitungkan dalam menentukan batas garis kemiskinan.
Sementara dari kelompok nonmakanan, komponen yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan garis kemiskinan meliputi kebutuhan perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan.
Garis kemiskinan merupakan batas minimum pengeluaran yang digunakan BPS untuk menentukan kategori penduduk miskin. Seseorang dikategorikan miskin apabila memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah angka tersebut.
Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di Aceh tercatat sebesar 12,34 persen atau meningkat 0,12 persen poin dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin juga bertambah sekitar 10,40 ribu orang menjadi 713,78 ribu orang.








Discussion about this post