MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

Aininadhirah by Aininadhirah
29 April 2026
in News
0

Pemutaran Film Dokumenter Sekaligus Diskusi Ketahanan pangan dengan pengenalan olahan kacang koro , Rabu (29/4/2026) | Foto: Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan baku pengganti kedelai sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tengah ketidakpastian pasokan global.

Inisiatif tersebut terlihat dalam kegiatan yang digelar di Perpustakaan Provinsi Aceh, Rabu (29/4/2026), di mana pelaku usaha memperkenalkan olahan tempe berbahan kacang koro yang mulai dikembangkan dan dipasarkan ke masyarakat.

RelatedPosts

Nilai Tukar Petani Aceh Naik 1,57 Persen, Gabah hingga Sawit Dongkrak NTP

Atasi Keterbatasan Pasokan, SIG Tingkatkan Produksi dan Percepat Distribusi Semen di Aceh

BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Aceh, 14 Wilayah Berpotensi Terdampak

Founder dan Executive Director Rumoh Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, menjelaskan bahwa pengembangan tempe koro merupakan upaya menghadirkan alternatif pangan berbasis potensi lokal. Ia menilai, selama ini ketergantungan terhadap kedelai impor menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha.

“Tempe koro ini kita kembangkan sebagai solusi pangan alternatif. Potensinya ada, tinggal bagaimana kita bangun ekosistemnya agar bisa berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem usaha menjadi kunci agar produk berbasis kacang koro dapat bersaing dan berkelanjutan di pasar. Kolaborasi antar pelaku usaha juga dinilai penting untuk memperluas produksi dan distribusi.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, menyebut situasi geopolitik global yang tidak menentu justru membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan komoditas lokal seperti kacang koro.

“Ketika negara eksportir membatasi pasokan, ini jadi momentum bagi kita untuk memperkuat pangan lokal. Pemerintah akan dorong usaha seperti ini,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan komoditas alternatif perlu dilakukan secara merata di seluruh kabupaten di Aceh agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Surya Rayendra, menilai inovasi tempe kacang koro sebagai langkah strategis dalam mendorong diversifikasi pangan.

“Kita berharap ini bisa diakui secara nasional. Jika sudah terverifikasi, bisa menjadi bagian dari program dinas, khususnya pertanian keluarga,” ujarnya.

Produk olahan tempe kacang koro juga mulai menarik perhatian pelaku usaha lain, membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pangan lokal berbasis bahan baku daerah.

Sebagai bagian dari kegiatan, turut digelar pemutaran film dokumenter dan diskusi bertema ketahanan pangan yang diikuti berbagai pegiat usaha pertanian dan pangan lokal di Aceh.

Tags: acehKacang Koroketahanan panganPangan AlternatifTempe Lokal
Previous Post

Berangsur Turun, Harga Emas Kembali Diangka Rp7 Juta Lebih

Next Post

DPRA Tekankan Keselarasan Pergub JKA dengan Qanun

Related Posts

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh...

Simeulue Mulai Cetak 1.050 Hektare Sawah Baru

by Riska Zulfira
3 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Simeulue mulai melaksanakan program pencetakan sawah baru seluas 1.050 hektare sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan sekaligus...

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Next Post

DPRA Tekankan Keselarasan Pergub JKA dengan Qanun

Kasus Kekerasan di Banda Aceh Meningkat, 106 Kasus Tercatat Awal 2026

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co