MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juni 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

BI Luncurkan GPIPS, Jurus Baru Jaga Harga Pangan dan Stabilkan Inflasi

Ulfah by Ulfah
12 Februari 2026
in Nasional
0
BI Luncurkan GPIPS, Jurus Baru Jaga Harga Pangan dan Stabilkan Inflasi

BI luncurkan GPIPS untuk jaga harga pangan, Kamis (12/2/2026). | Foto : Dokumen untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai strategi baru untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program ini hadir sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, mulai dari perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga karakter komoditas pangan yang bersifat musiman, Kamis (12/2/2026).

RelatedPosts

Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak Miskin Ekstrem dan Putus Sekolah

Kemenkes Tekankan Deteksi Dini untuk Capai Nol Kematian Dengue 2030

Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi LPG ke CNG, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali mengatakan pengendalian inflasi pangan tidak bisa lagi hanya berfokus pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi harus dilakukan melalui penguatan pasokan secara berkelanjutan.

BI, kata dia, berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan klaster pangan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ricky dalam kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (11/2).

Secara nasional, inflasi pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan (year-on-year) dan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1 persen. Namun, pada Januari 2026 inflasi meningkat menjadi 3,55 persen (yoy), terutama dipicu kelompok pangan bergejolak.

Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan pengendalian inflasi pangan agar tetap berada pada kisaran 3–5 persen sesuai arahan Tim Pengendalian Inflasi Pusat.

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, BI menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, peningkatan produksi pangan khususnya hortikultura melalui penggunaan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam yang lebih terkoordinasi antarwilayah dan antarwaktu.

Kedua, memperlancar distribusi dan konektivitas antarwilayah guna menjaga stabilitas harga melalui efisiensi logistik dan optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan dukungan BUMN logistik.

Ketiga, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui pemanfaatan data neraca pangan serta penguatan peran BUMD atau perusahaan pangan daerah sebagai offtaker.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya inovasi digital dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengembangkan inovasi digital SiBenih serta Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk membangun ekosistem pangan yang lebih kuat dan berdaya tahan.

“Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dan produsen beras terbesar ketiga nasional mendapatkan apresiasi nasional melalui penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional 2025,” kata Herman.

GPIPS merupakan penguatan dari program sebelumnya, yaitu Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini membawa tiga pembaruan utama, yakni penguatan sisi hulu untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan, pengendalian inflasi yang lebih komprehensif untuk stabilisasi harga jangka pendek, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas nasional.

Pelaksanaan GPIPS Sumatera 2026 juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) wilayah Sumatera. Dalam rapat tersebut, disepakati tiga langkah strategis, yaitu penguatan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional melalui stabilisasi harga dan distribusi pasokan, antisipasi risiko cuaca ekstrem untuk menjaga produksi pangan, serta percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana.

Kegiatan GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian GPIPS Nasional yang selanjutnya akan digelar di wilayah Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi-Maluku-Papua, serta Kalimantan. Kegiatan ini turut diisi dengan dialog bersama petani dan pelaku UMKM, penyerahan bantuan sarana pertanian, business matching antara perbankan dan pelaku usaha, serta pemberangkatan distribusi komoditas pangan antarwilayah.

Ke depan, BI bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui mitigasi risiko cuaca ekstrem, peningkatan efisiensi logistik, serta pengurangan disparitas harga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tags: Bank IndonesiaGPIPSInflasiketahanan pangan
Previous Post

Harga Bahan Pokok di Pasar Tani Stabil, Cabai Merah Rp38 Ribu per Kilogram

Next Post

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Aceh Hingga 20 Februari

Related Posts

Rupiah Tertekan, BI Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,50 Persen

by Redaksi
10 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah...

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen untuk Redam Tekanan Rupiah dan Inflasi

by Riska Zulfira
21 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat...

Rupiah Tertekan, Ekonom Desak BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Kepercayaan Pasar

by Redaksi
19 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai mulai memasuki fase serius dan tidak lagi hanya dipicu faktor eksternal seperti...

Next Post
BMKG Prediksi Hujan dan Angin Kencang di Aceh Tiga Hari Kedepan

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Aceh Hingga 20 Februari

Korban Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan Perbaikan Rumah dari Pemerintah

Korban Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan Perbaikan Rumah dari Pemerintah

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co