MASAKINI.CO – Di tengah ramainya Bazar Banda Experience, sebuah stan sederhana tampak dipadati pengunjung. Bukan tanpa alasan, donat yang dijual di sana menawarkan sesuatu yang berbeda terbuat dari labu dan tela, bahan lokal yang jarang diolah menjadi makanan kekinian.
Produk tersebut adalah Latela Donut, usaha yang telah berjalan sekitar 10 tahun. Ide awalnya muncul dari keinginan memanfaatkan hasil panen labu yang selama ini hanya diolah secara tradisional.
“Kami melihat labu cukup melimpah, tapi pemanfaatannya masih terbatas. Dari situ muncul ide untuk membuat donat yang lebih modern,” ujar Lia yang saat itu sedang menjaga stan Latela, Kamis (22/4/2026) malam.
Berbeda dari donat pada umumnya, Latela menawarkan tekstur yang lebih lembut dan sedikit lebih lembap. Rasa manisnya juga cenderung ringan karena berasal dari bahan alami, sehingga cocok untuk berbagai kalangan, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga.
Keikutsertaan Latela dalam Bazar Banda Experience menjadi peluang penting untuk memperluas pasar. Mereka termasuk pelaku UMKM yang lolos seleksi untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Ini kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan produk ke lebih banyak orang,” katanya.
Selama pameran berlangsung, antusiasme pengunjung terlihat cukup tinggi. Dalam kondisi normal, omzet harian Latela berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Namun selama bazar, angka tersebut meningkat hingga Rp3–4 juta per hari.
Peningkatan penjualan ini turut diikuti dengan penambahan kapasitas produksi. Jika biasanya mereka mengolah 3–6 kilogram adonan per hari, selama bazar jumlahnya meningkat menjadi sekitar 10 kilogram.
Saat ini, Latela memiliki dua outlet, masing-masing di Keutapang sebagai pusat produksi dan di kawasan Laksana. Meski demikian, kegiatan bazar dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan sekaligus memperluas jangkauan konsumen.
Menurut Lia, potensi labu sebagai bahan baku sebenarnya cukup besar, namun belum banyak dimanfaatkan secara inovatif.
“Selama ini orang lebih banyak menggunakan ubi atau kentang. Padahal labu juga bisa diolah menjadi produk yang menarik,” ujarnya.
Melalui berbagai varian rasa dan bentuk, termasuk donat dengan tampilan unik, Latela terus berupaya menarik minat pasar. Usaha ini sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi jika dikembangkan dengan inovasi.










Discussion about this post