MASAKINI.CO – Sebanyak 28 Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2026 dari lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar menjalani prosesi adat peusijuek (tepung tawar) sebagai tanda keberangkatan ke Tanah Suci. Prosesi tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, di Masjid Baitul Makmur, Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (23/4/2026).
Ritual adat tersebut turut dilakukan oleh Tgk H Baba Marwan Abdullah dan disaksikan Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil, Plt Kadisdikbud Rahmawati, unsur Forkopimcam, serta ratusan kepala sekolah dari tingkat TK, SD, hingga SMP se-Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Syukri menegaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kesiapan kesehatan dan kekompakan antarjamaah. Ia mengingatkan seluruh calon haji untuk menjaga kondisi tubuh serta saling membantu selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan patuhi semua aturan selama di sana,” ujarnya.
Ia juga meminta para jamaah untuk turut mendoakan daerah Aceh Besar agar selalu diberikan kemudahan dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat yang aman serta damai.
“Kami berharap jamaah dapat mendoakan para pemimpin dan masyarakat Aceh Besar agar diberi kemudahan dalam menjalankan amanah,” tambahnya.
Ketua panitia pelaksana, Fachruddin MA, menyebutkan bahwa dari total 28 JCH, sebanyak 17 orang merupakan ASN dari Disdikbud Aceh Besar, sementara 11 lainnya adalah anggota keluarga yang turut berangkat.
“Jumlah jamaah terdiri dari 16 perempuan dan 12 laki-laki,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausyiah singkat oleh Tgk H Baba Marwan Abdullah yang mengingatkan keutamaan ibadah haji sebagai panggilan suci bagi umat Islam.
Prosesi peusijuek ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh dalam melepas jamaah haji, sekaligus sebagai doa dan harapan agar seluruh jamaah diberi keselamatan dan kelancaran selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.










Discussion about this post