MASAKINI.CO – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mengingatkan seluruh jemaah haji Aceh yang akan kembali ke Tanah Air agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi, tas kabin, maupun tas tangan dalam bentuk dan kemasan apa pun.
Larangan tersebut disampaikan menjelang dimulainya pemulangan jemaah haji Aceh yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni 2026. Pemeriksaan ketat akan dilakukan di bandara Arab Saudi melalui pemindaian X-Ray terhadap seluruh barang bawaan jemaah.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa bagasi maksimal 32 kilogram dan kabin 7 kilogram sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Seluruh koper akan diperiksa melalui X-Ray dan apabila terindikasi membawa zamzam, koper tersebut akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara,” kata Arijal.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan aturan yang berlaku dalam proses pemulangan jemaah haji dan harus dipatuhi untuk menghindari kendala saat pemeriksaan di bandara.
Meski dilarang membawa sendiri air zamzam, Arijal memastikan seluruh jemaah haji Aceh tetap akan menerima jatah air zamzam setibanya di daerah masing-masing. Distribusi dilakukan melalui Kementerian Haji tingkat kabupaten/kota yang telah dijadwalkan mengambil stok air zamzam dari Asrama Haji Aceh.
Sebanyak 5.484 botol air zamzam untuk jamaah haji Aceh saat ini telah berada di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh. Pada 2 hingga 5 Juni 2026, seluruh Kementerian Haji kabupaten/kota dijadwalkan mengambil air zamzam tersebut untuk kemudian didistribusikan kepada jemaah di daerah masing-masing.
Pemulangan jamaah haji Aceh sendiri akan dimulai pada 15 Juni 2026. Kloter BTJ 01 dijadwalkan menjadi rombongan pertama yang kembali ke Indonesia, disusul kloter-kloter lainnya secara bertahap hingga akhir masa operasional haji.








Discussion about this post