MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, April 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Hadapi Lonjakan Kasus Campak, IDAI Dorong Pelaksanaan Imunisasi Lebih Masif

Ulfah by Ulfah
23 April 2026
in Nasional
0
Hadapi Lonjakan Kasus Campak, IDAI Dorong Pelaksanaan Imunisasi Lebih Masif

Ilustrasi imunisasi. | Foto : Istockphoto/Drs Producoes

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong pelaksanaan imunisasi yang lebih masif dan merata, sebagai langkah preventif menghadapi potensi lonjakan kasus campak dalam beberapa tahun ke depan.

“Diprediksi posisi Indonesia dalam kasus campak global akan terus meningkat hingga berpotensi menempati peringkat kedua dunia pada 2026,” kata Ketua Satuan Tugas Imunisasi IDAI, Prof Hartono Gunardi, Kamis (23/4/2026).

RelatedPosts

Bukan Sekadar Harga, Ini Alasan Pola Makan Sehat Gagal Mendominasi di Indonesia

Pajak E-Commerce Akan Berlaku 2026, Pemerintah Pertimbangkan Kondisi Ekonomi

Rekrutmen Manager Kopdes Merah Putih Nyaris Tembus 400 Ribu Pelamar

Disebutkan, tren peningkatan kasus campak di Indonesia menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada 2024, Indonesia sudah masuk dalam 10 besar negara dengan kasus campak terbanyak di dunia.

“Indonesia diperkirakan naik ke peringkat enam dunia pada 2025,  jika tidak ada intervensi yang kuat berpotensi menjadi peringkat kedua pada 2026,” ujarnya

Hartono menjelaskan campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Satu penderita dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya. Bahkan, dalam ruang tertutup dengan ventilasi terbatas, penularan dapat menjangkau hingga puluhan orang dalam waktu singkat.

Selain mudah menular, campak juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak balita. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau radang paru, yang menyerang sekitar satu dari 20 anak penderita campak dan menjadi penyebab utama kematian.

“Komplikasi lain yang tidak kalah berbahaya adalah radang otak (ensefalitis), yang dapat menyebabkan kejang, penurunan kesadaran, hingga kecacatan permanen seperti kelumpuhan dan gangguan kognitif,” jelas Hartono.

Selain rendahnya cakupan imunisasi, faktor perubahan iklim turut memperburuk ancaman penyebaran penyakit menular. Peningkatan suhu global memungkinkan virus dan bakteri berkembang lebih cepat dan luas.

Fenomena ini juga terlihat pada penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kini meluas ke wilayah subtropis akibat perubahan suhu. Mobilitas manusia antarnegara yang tinggi semakin mempercepat penyebaran penyakit lintas wilayah.

Untuk menekan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah bersama tenaga kesehatan terus mendorong pemberian imunisasi dasar lengkap. Upaya ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.

Hartono menegaskan bahwa anak yang tidak mendapatkan imunisasi bukan hanya berisiko bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain.

Ia juga mengajak seluruh keluarga untuk berperan aktif dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. “Kolaborasi keluarga, baik inti maupun besar, sangat penting untuk mengatasi keraguan terhadap imunisasi,” katanya.

Upaya kolektif ini dinilai menjadi kunci dalam mencegah peningkatan kasus PD3I seperti campak, polio, difteri, dan tetanus di Indonesia.

Tags: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)ImunisasiKasus campak
Previous Post

28 JCH Disdikbud Aceh Besar Dipeusijuek

Next Post

RSUD Aceh Besar Tegaskan Tidak Ada Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan

Related Posts

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

by Redaksi
15 April 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan kasus campak di Aceh disebabkan rendahnya cakupan imunisasi pada anak. Tahun 2026, kasus campak...

FK USK Gandeng Ulama Beri Edukasi Imunisasi ke Masyarakat

FK USK Gandeng Ulama Beri Edukasi Imunisasi ke Masyarakat

by Alfath Asmunda
22 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menggandeng ulama dan ustazah perempuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi melalui...

Capaian Imunisasi di Aceh Masih Rendah, Apa Penyebabnya?

Capaian Imunisasi di Aceh Masih Rendah, Apa Penyebabnya?

by Riska Zulfira
23 Agustus 2024
0

MASAKINI.CO - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr. Iman Murahman mengungkap cakupan imunisasi di Provinsi...

Next Post

RSUD Aceh Besar Tegaskan Tidak Ada Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan

Discussion about this post

CERITA

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co