MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Mei 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Hadapi Lonjakan Kasus Campak, IDAI Dorong Pelaksanaan Imunisasi Lebih Masif

Ulfah by Ulfah
23 April 2026
in Nasional
0
Hadapi Lonjakan Kasus Campak, IDAI Dorong Pelaksanaan Imunisasi Lebih Masif

Ilustrasi imunisasi. | Foto : Istockphoto/Drs Producoes

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendorong pelaksanaan imunisasi yang lebih masif dan merata, sebagai langkah preventif menghadapi potensi lonjakan kasus campak dalam beberapa tahun ke depan.

“Diprediksi posisi Indonesia dalam kasus campak global akan terus meningkat hingga berpotensi menempati peringkat kedua dunia pada 2026,” kata Ketua Satuan Tugas Imunisasi IDAI, Prof Hartono Gunardi, Kamis (23/4/2026).

RelatedPosts

Fuel Surcharge Naik 50 Persen, Tiket Pesawat Berpotensi Makin Mahal

Indonesia Ekspor Pupuk ke Australia Rp7 Triliun, Tanda Produksi Nasional Kini Surplus

Menkomdigi: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

Disebutkan, tren peningkatan kasus campak di Indonesia menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada 2024, Indonesia sudah masuk dalam 10 besar negara dengan kasus campak terbanyak di dunia.

“Indonesia diperkirakan naik ke peringkat enam dunia pada 2025,  jika tidak ada intervensi yang kuat berpotensi menjadi peringkat kedua pada 2026,” ujarnya

Hartono menjelaskan campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Satu penderita dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya. Bahkan, dalam ruang tertutup dengan ventilasi terbatas, penularan dapat menjangkau hingga puluhan orang dalam waktu singkat.

Selain mudah menular, campak juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak balita. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau radang paru, yang menyerang sekitar satu dari 20 anak penderita campak dan menjadi penyebab utama kematian.

“Komplikasi lain yang tidak kalah berbahaya adalah radang otak (ensefalitis), yang dapat menyebabkan kejang, penurunan kesadaran, hingga kecacatan permanen seperti kelumpuhan dan gangguan kognitif,” jelas Hartono.

Selain rendahnya cakupan imunisasi, faktor perubahan iklim turut memperburuk ancaman penyebaran penyakit menular. Peningkatan suhu global memungkinkan virus dan bakteri berkembang lebih cepat dan luas.

Fenomena ini juga terlihat pada penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kini meluas ke wilayah subtropis akibat perubahan suhu. Mobilitas manusia antarnegara yang tinggi semakin mempercepat penyebaran penyakit lintas wilayah.

Untuk menekan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah bersama tenaga kesehatan terus mendorong pemberian imunisasi dasar lengkap. Upaya ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.

Hartono menegaskan bahwa anak yang tidak mendapatkan imunisasi bukan hanya berisiko bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain.

Ia juga mengajak seluruh keluarga untuk berperan aktif dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. “Kolaborasi keluarga, baik inti maupun besar, sangat penting untuk mengatasi keraguan terhadap imunisasi,” katanya.

Upaya kolektif ini dinilai menjadi kunci dalam mencegah peningkatan kasus PD3I seperti campak, polio, difteri, dan tetanus di Indonesia.

Tags: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)ImunisasiKasus campak
Previous Post

28 JCH Disdikbud Aceh Besar Dipeusijuek

Next Post

RSUD Aceh Besar Tegaskan Tidak Ada Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan

Related Posts

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

by Redaksi
15 April 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan kasus campak di Aceh disebabkan rendahnya cakupan imunisasi pada anak. Tahun 2026, kasus campak...

FK USK Gandeng Ulama Beri Edukasi Imunisasi ke Masyarakat

FK USK Gandeng Ulama Beri Edukasi Imunisasi ke Masyarakat

by Alfath Asmunda
22 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menggandeng ulama dan ustazah perempuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi melalui...

Capaian Imunisasi di Aceh Masih Rendah, Apa Penyebabnya?

Capaian Imunisasi di Aceh Masih Rendah, Apa Penyebabnya?

by Riska Zulfira
23 Agustus 2024
0

MASAKINI.CO - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr. Iman Murahman mengungkap cakupan imunisasi di Provinsi...

Next Post

RSUD Aceh Besar Tegaskan Tidak Ada Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan

AMANAH Relaunching, Fokus Dorong Ekonomi Pemuda dan Hilirisasi Produk Lokal

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co