MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, April 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Redaksi by Redaksi
15 April 2026
in News
0
Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Ilustrasi imunisasi. | Foto : Istockphoto/Natalia Kopyltsova

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan kasus campak di Aceh disebabkan rendahnya cakupan imunisasi pada anak. Tahun 2026, kasus campak di Aceh menurun, setelah sempat melonjak tinggi pada awal 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman, mengungkapkan pada Januari 2025, tercatat 755 kasus suspek dengan 241 konfirmasi, Februari 702 suspek dengan 226 konfirmasi. “Setelah itu tren mulai menurun hingga akhir tahun,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).

RelatedPosts

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

Dishub Aceh Perketat Pengawasan Terhadap Perusahaan Angkutan Ilegal

Imam menyebut, di tahun 2026 penurunan kasus terlihat cukup signifikan. Dalam periode Januari hingga Maret, hanya tercatat 724 kasus suspek dengan 124 kasus terkonfirmasi.

“Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 1.400 lebih suspek. Namun demikian, KLB masih terjadi di beberapa daerah. sehingga kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” katanya.

Secara kumulatif, sepanjang 2025 tercatat 5.204 kasus suspek campak dengan 1.241 kasus terkonfirmasi, serta 6 kasus rubela. Sementara pada 2026 hingga Maret, terdapat 724 suspek, 124 konfirmasi campak, dan 1 kasus rubela.

Ia menjelaskan, beberapa daerah dengan kasus tinggi pada 2025, di antaranya Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Aceh Barat Daya, dan Banda Aceh. Bahkan Pidie mencatat KLB terbanyak hingga tujuh kali dalam setahun.

Sementara pada awal 2026, Aceh Besar masih menjadi daerah dengan kasus tertinggi, disusul Aceh Barat Daya dan Aceh Jaya. Menurut Iman, tingginya kasus campak di Aceh sangat berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat.

“Sebanyak 93,5 persen kasus konfirmasi terjadi pada anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak sama sekali. Ini menunjukkan bahwa kelompok yang tidak diimunisasi menjadi sangat rentan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompok usia yang paling terdampak adalah anak usia 1 hingga 4 tahun dan 5 hingga 9 tahun, yang seharusnya sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Ini yang menjadi perhatian kita bersama, karena sebagian besar kasus justru terjadi pada anak-anak yang seharusnya sudah terlindungi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan cakupan imunisasi campak di Aceh masih jauh dari target nasional. Tahun 2025, cakupan imunisasi MR dosis pertama baru mencapai 39.9 persen dan dosis kedua 23 persen.

“Padahal target nasional 85 persen di 2025, dan meningkat menjadi 88 persen pada 2027. Sementara di 2026 ini, cakupan masih sangat rendah, MRI baru 7,1 persen dan MR2 sekitar 5,7 persen,” katanya.

Ia mengatakan rendahnya cakupan imunisasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keraguan masyarakat terhadap vaksin hingga kurangnya dukungan keluarga.

“Masih ada kekhawatiran terkait keamanan vaksin, isu KIPI, serta informasi negatif yang beredar. Selain itu, keputusan dalam keluarga, terutama dari orang tua juga sangat menentukan apakah anak diimunisasi atau tidak,” jelas Iman.

Dikatakan, saat ini kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan imunisasi campak di Aceh adalah kapasitas petugas yang tidak merata, peran keluarga dan budaya yang mendapatkan informasi yang utuh.

“Cakupan imunisasi campak di Aceh fluktuatif, namun cenderung menurun,” ucapnya.

la menegaskan, kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya kantong-kantong populasi rentan di masyarakat. Ketika virus campak masuk, penularan dapat terjadi dengan sangat cepat dan memicu KLB.

“Campak ini penyakit yang sangat menular. Kalau ada satu kasus masuk ke wilayah dengan banyak anak yang belum imunisasi, maka akan cepat sekali menyebar,” pungkasnya.

Tags: CampakDinkes AcehImunisasiImunisasi Aceh
Previous Post

Dishub Aceh Perketat Pengawasan Terhadap Perusahaan Angkutan Ilegal

Next Post

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

Related Posts

Kasus Campak Ditemukan, Tim Vaksinasi Dikerahkan ke 9 Daerah Terdampak

by Riska Zulfira
19 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota guna mencegah penyebaran campak...

Sudah 1.300 Warga Terima Layanan Kesehatan di Aceh Utara

by Ulfah
12 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) mengerahkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat...

ISPA dan Penyakit Kulit Jadi Keluhan Utama Pengungsi Pascabencana Aceh

by Riska Zulfira
20 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh mencatat sebanyak 10 jenis penyakit berpotensi terjadi di wilayah terdampak bencana di Aceh. Hingga 19...

Next Post

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co