MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 31, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 April 2026
in News
0

Kegiatan CIVIL INSIGHT dengan Tema Stronger After Disaster: Membangun Infrastruktur Tangguh untuk Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi di USK | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Upaya penanganan bencana di Aceh kini diarahkan lebih fokus pada pembenahan sistem sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir. Strategi ini mengemuka dalam forum CIVIL INSIGHT yang digelar Universitas Syiah Kuala, Selasa (14/4/2026).

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan pascabencana harus berorientasi pada pengurangan risiko, bukan sekadar perbaikan kerusakan.

RelatedPosts

Harga Emas Turun Lagi, Ini Rincian Harganya

Kombes Teguh Priyambodo Jadi Kapolresta Banda Aceh, Gantikan Kombes Andi Kirana

Pondok Karyawan Wisata Taman Rusa di Aceh Besar Terbakar

“Penguatan ketahanan nasional harus dimulai dari pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, langkah utama yang kini diprioritaskan adalah penanganan muara untuk memastikan aliran air dari hulu ke hilir berjalan lancar. Selain itu, pembangunan sabo dam dinilai penting untuk menahan sedimen yang kerap menyebabkan pendangkalan sungai dan memicu banjir.

Menurut Diana, upaya tersebut harus dibarengi dengan pembangunan hunian layak bagi korban agar masyarakat terdampak dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang aman, layak dan berkelanjutan. Selain itu percepatan perbaikan jalan dan jembatan, serta pemulihan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. 

“Maka pengalaman Aceh ini menegaskan bahwa masa depan pembangunan harus dibangun di atas mitigasi resiko, infrastruktur tangguh dan kolaborasi yang kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PU Bireuen, Fadhli Amir, menambahkan bahwa sektor infrastruktur menjadi kebutuhan terbesar dalam pemulihan pascabencana. Ia menekankan penerapan konsep Build Back Better melalui relokasi kawasan rawan, normalisasi sungai, serta penguatan desain infrastruktur tahan iklim.

“Tentu sinergi lintas kewenangan dengan penyatuan dana APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten untuk eksekusi masterplan secara serentak,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Sipil USK, Yusria Darma, menyebut forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan solusi berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin mendorong pemahaman bahwa pembangunan pascabencana harus dirancang lebih adaptif dan berkelanjutan,” katanya.

Selain membahas kebijakan, forum ini juga menghadirkan inovasi teknis, termasuk pengembangan rumah layak huni berbahan baja hollow sebagai alternatif hunian ramah lingkungan bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Layak Huni Baja Hollow ini merupakan suatu ide dan terbosan baru diciptakan oleh Tim Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. 

Rumah ini dibangun dengan penggunaan kayu yang seminimal mungkin atau dengan tanpa kayu sama sekali. Bahan utama yang digunakan dalam membangun rumah ini adalah baja hollow dengan berbagai ukuran yang sesuai dengan elemen bangunan rumah tersebut.

Tags: Bencana hidrometeorologiCIVIL INSIGHTInfrastruktur Pascabencana Acehmitigasi Acehnormalisasi sungaisabo damUSK
Previous Post

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Next Post

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

Related Posts

Guru Besar USK: Ekonomi Digital dan Hijau Jadi Kunci Daya Saing Dunia Usaha

by Aininadhirah
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dunia usaha menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik ekonomi berkelanjutan. Guru...

USK Himpun Peneliti Internasional Bahas Infrastruktur Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

by Redaksi
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menjadi pusat diskusi internasional terkait pengembangan infrastruktur tangguh terhadap perubahan iklim melalui penyelenggaraan...

USK dan UII Bahas Pelajaran Konflik-Tsunami Aceh, Soroti Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengalaman Aceh menghadapi konflik bersenjata dan bencana tsunami dinilai menyimpan pelajaran penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi krisis....

Next Post

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

Harga Emas Hari Ini Naik atau Turun?

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co