MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Benahi Hulu–Hilir dan Bangun Sabo Dam, Strategi Baru Tekan Banjir di Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 April 2026
in News
0

Kegiatan CIVIL INSIGHT dengan Tema Stronger After Disaster: Membangun Infrastruktur Tangguh untuk Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi di USK | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Upaya penanganan bencana di Aceh kini diarahkan lebih fokus pada pembenahan sistem sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir. Strategi ini mengemuka dalam forum CIVIL INSIGHT yang digelar Universitas Syiah Kuala, Selasa (14/4/2026).

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan pascabencana harus berorientasi pada pengurangan risiko, bukan sekadar perbaikan kerusakan.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Bertahan Rp7,56 Juta per Mayam

Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Aceh Utara hingga 2–3 Kilometer

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Aceh hingga 17 Oktober

“Penguatan ketahanan nasional harus dimulai dari pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, langkah utama yang kini diprioritaskan adalah penanganan muara untuk memastikan aliran air dari hulu ke hilir berjalan lancar. Selain itu, pembangunan sabo dam dinilai penting untuk menahan sedimen yang kerap menyebabkan pendangkalan sungai dan memicu banjir.

Menurut Diana, upaya tersebut harus dibarengi dengan pembangunan hunian layak bagi korban agar masyarakat terdampak dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang aman, layak dan berkelanjutan. Selain itu percepatan perbaikan jalan dan jembatan, serta pemulihan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. 

“Maka pengalaman Aceh ini menegaskan bahwa masa depan pembangunan harus dibangun di atas mitigasi resiko, infrastruktur tangguh dan kolaborasi yang kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PU Bireuen, Fadhli Amir, menambahkan bahwa sektor infrastruktur menjadi kebutuhan terbesar dalam pemulihan pascabencana. Ia menekankan penerapan konsep Build Back Better melalui relokasi kawasan rawan, normalisasi sungai, serta penguatan desain infrastruktur tahan iklim.

“Tentu sinergi lintas kewenangan dengan penyatuan dana APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten untuk eksekusi masterplan secara serentak,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Sipil USK, Yusria Darma, menyebut forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan solusi berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin mendorong pemahaman bahwa pembangunan pascabencana harus dirancang lebih adaptif dan berkelanjutan,” katanya.

Selain membahas kebijakan, forum ini juga menghadirkan inovasi teknis, termasuk pengembangan rumah layak huni berbahan baja hollow sebagai alternatif hunian ramah lingkungan bagi masyarakat terdampak bencana. Rumah Layak Huni Baja Hollow ini merupakan suatu ide dan terbosan baru diciptakan oleh Tim Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. 

Rumah ini dibangun dengan penggunaan kayu yang seminimal mungkin atau dengan tanpa kayu sama sekali. Bahan utama yang digunakan dalam membangun rumah ini adalah baja hollow dengan berbagai ukuran yang sesuai dengan elemen bangunan rumah tersebut.

Tags: Bencana hidrometeorologiCIVIL INSIGHTInfrastruktur Pascabencana Acehmitigasi Acehnormalisasi sungaisabo damUSK
Previous Post

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Next Post

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

Related Posts

Hujan Lebat Berpotensi Guyur 17 Wilayah Aceh Hari Ini, Waspada Banjir

by Redaksi
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur 17 kabupaten dan kota di Aceh pada Selasa (13/10/2026). BMKG...

Daerah Rawan Banjir di Aceh Diusulkan Dapat Alat Berat Sistem Pinjam Pakai

by Ahmad Mufti
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah kabupaten/kota yang rawan banjir di Aceh diusulkan mendapat alat berat dengan skema pinjam pakai agar penanganan bencana dapat...

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

by Redaksi
28 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring Aceh...

Next Post

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

Harga Emas Hari Ini Naik atau Turun?

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co