MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengungkapkan rendahnya cakupan imunisasi dasar anak di Banda Aceh telah menjadi alarm serius bagi kesehatan masyarakat. Saat ini, cakupan imunisasi di ibu kota Provinsi Aceh itu baru mencapai 33 persen, sementara 63 persen anak tercatat berstatus zero dose atau belum pernah menerima vaksin dasar sama sekali.
Menurut Illiza, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Dampaknya mulai terlihat dari tingginya kasus campak, pertusis atau batuk rejan, hingga tuberkulosis yang ditemukan di Aceh dan Banda Aceh.
“Data menunjukkan 63 persen anak masih berstatus zero dose atau belum pernah menerima vaksin DPT, Hepatitis B, dan Hib sama sekali. Ini tentu tidak bisa kita anggap sebagai kondisi yang biasa,” kata Illiza, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, Aceh saat ini mencatat 263 kasus campak, sementara 119 kasus di antaranya terjadi di Banda Aceh. Selain itu, kasus tuberkulosis juga telah mencapai lebih dari 1.600 kasus. Menurutnya, rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap penyakit menular.
Berdasarkan hasil pemantauan UNICEF, cakupan imunisasi di Banda Aceh selama lima tahun terakhir terus berada di bawah 50 persen. Artinya, selama bertahun-tahun dua dari tiga bayi di Banda Aceh tidak memperoleh imunisasi dasar lengkap.
Untuk mengejar target imunisasi, Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat layanan di puskesmas dan posyandu, melakukan pemetaan sasaran hingga tingkat gampong dengan sistem by name by address, serta mengintensifkan program jemput bola melalui kader posyandu dan tenaga kesehatan yang mendatangi rumah warga secara langsung.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat guna menangkal hoaks dan keraguan terhadap vaksin. “Imunisasi itu aman, penting, dan menyelamatkan nyawa. Bukan hanya melindungi anak yang diimunisasi, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Illiza.









Discussion about this post