MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial terus mempercepat penanganan terhadap warga yang terdampak musibah angin kencang dan kebakaran di sejumlah wilayah kota dalam beberapa hari terakhir. Respons cepat dilakukan mulai dari asesmen lapangan hingga penyaluran bantuan masa panik bagi korban yang mengalami kerusakan berat.
Serangkaian musibah tersebut terjadi di beberapa gampong sejak Jumat (15/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026), dengan dampak kerusakan rumah dan belasan warga terdampak.
Peristiwa pertama terjadi saat angin kencang menerjang Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Jumat siang. Akibat cuaca ekstrem itu, rumah milik Ibrahim Hasyim mengalami kerusakan cukup parah setelah seluruh bagian atap rumah diterbangkan angin.
Kondisi tersebut membuat rumah korban tidak lagi aman ditempati. Ibrahim diketahui tinggal bersama lima anggota keluarganya yang turut terdampak akibat kejadian tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Pemerintah Kota Banda Aceh langsung menyalurkan bantuan masa panik kepada korban. Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh.
“Bantuan tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan dasar keluarga korban selama masa darurat dan proses pemulihan rumah berlangsung,” kata Illiza.
Di hari yang sama, angin kencang juga terjadi di Gampong Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru. Namun, berdasarkan hasil asesmen petugas Dinas Sosial, kerusakan hanya terjadi pada bagian kanopi garasi rumah warga dan tidak memengaruhi bangunan utama.
Karena tidak mengganggu fungsi utama rumah tinggal, bantuan masa panik tidak diberikan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparatur gampong setempat.
Selain bencana angin kencang, kebakaran juga terjadi di Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 13 jiwa terdampak dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Usai menerima laporan, petugas Dinas Sosial langsung turun melakukan pendataan terhadap korban terdampak. Bantuan masa panik kemudian disalurkan pada Sabtu oleh Sekretaris Dinas Sosial Kota Banda Aceh.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu korban memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran.
Musibah kebakaran kembali terjadi pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa. Korban diketahui bernama Yuliati yang memiliki empat orang anak.
Hasil asesmen petugas menunjukkan api hanya membakar bangunan gudang di samping rumah dan tidak merusak bangunan utama tempat tinggal korban. Karena rumah utama masih aman dan layak ditempati, bantuan masa panik tidak diberikan.
Meski begitu, Dinas Sosial tetap melakukan pendampingan dan memastikan kondisi keluarga korban dalam keadaan baik.
Pemerintah Kota Banda Aceh mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama cuaca ekstrem dan risiko kebakaran rumah tangga. Warga juga diminta segera melaporkan kejadian darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Melalui respons cepat di lapangan, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap masyarakat yang terdampak musibah dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.










Discussion about this post