MASAKINI.CO – Kawasan Pasar Aceh Banda Aceh dipadati berbagai aktivitas masyarakat melalui Festival QRIS Pasar Aceh yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi pasar, memperkuat pelaku UMKM, serta memperluas penggunaan pembayaran digital.
Festival ini melibatkan sekitar 50 komunitas di Kota Banda Aceh dengan beragam kegiatan, mulai dari perlombaan hingga aktivitas edukasi dan hiburan yang melibatkan masyarakat, pedagang, serta sejumlah kelompok lainnya.
Ketua Panitia Festival QRIS Pasar Aceh sekaligus Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, mengatakan keterlibatan puluhan komunitas menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana Pasar Aceh.
“Komunitas yang terlibat sekitar 50 komunitas di Kota Banda Aceh. Serta berbagai lomba seperti lomba mewarnai anak ibu,” kata Bukhari saat penutupan Festival QRIS Pasar Aceh, Senin (17/8/2026).
Selain menghadirkan perlombaan, festival tersebut turut melibatkan pedagang Pasar Aceh dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Sejumlah kegiatan lain juga digelar, seperti diskusi film, zikir, permainan, hingga talkshow yang membahas QRIS dan perkembangan transaksi pembayaran digital.
Menurut Bukhari, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, komunitas, pelaku usaha dan masyarakat dalam mendorong geliat ekonomi di kawasan Pasar Aceh.
Ia berharap kolaborasi yang terbentuk selama festival tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan Pasar Aceh dan UMKM.
“Semoga kolaborasi yang telah terbangun melalui Festival QRIS Pasar Aceh ini dapat terus dilanjutkan sehingga Pasar Aceh semakin hidup, UMKM semakin kuat dan penggunaan transaksi digital semakin luas di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bukhari menilai pengembangan Pasar Aceh membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi secara langsung, penggunaan transaksi digital juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di Pasar Aceh dengan terus berbelanja dan mendukung pelaku UMKM lokal.
“Mari terus hidupkan Pasar Aceh, majukan UMKM, dan bersama-sama membangun ekonomi Kota Banda Aceh yang semakin kuat dan inklusif,” katanya.









Discussion about this post