MASAKINI.CO – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan implementasi kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di tengah pesatnya pertumbuhan industri halal global.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengatakan pasar halal dunia kini menjadi sektor ekonomi yang berkembang sangat cepat dan diminati banyak negara, termasuk negara yang bukan mayoritas penduduk Muslim.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk halal dari luar negeri, tetapi harus mampu menjadi produsen dan pemain utama dalam industri halal global.
“Dunia sedang bergerak ke industri halal. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi pemain utama,” ujar Haikal, mengutip infopublik.id, Minggu (7/6/2026).
Haikal menjelaskan, sertifikasi halal saat ini tidak lagi dipandang semata sebagai simbol keagamaan. Halal telah menjadi indikator kualitas, kebersihan, keamanan, kesehatan, dan kepercayaan konsumen yang diakui secara internasional.
Karena itu, pemerintah mempercepat penerapan Wajib Halal Oktober 2026 yang akan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan, suplemen kesehatan, kosmetik, produk kimia, produk hasil rekayasa genetik, hingga berbagai barang gunaan dan produk impor.
Menurut Haikal, penguatan sertifikasi halal menjadi penting agar produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk luar yang telah lebih dulu memanfaatkan sertifikasi halal untuk menembus pasar internasional.
Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil (UMK), agar dapat memenuhi ketentuan sertifikasi halal sebelum kebijakan tersebut berlaku penuh pada Oktober 2026.
BPJPH mencatat percepatan sertifikasi halal nasional terus menunjukkan peningkatan signifikan. Dari target awal 3,5 juta produk bersertifikat halal, jumlahnya kini telah melampaui 14 juta produk.
Haikal menegaskan, kebijakan Wajib Halal tidak hanya bertujuan memberikan kepastian bagi konsumen, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.









Discussion about this post