MASAKINI.CO – Perkembangan industri berbasis otomasi membuka peluang baru bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong agar robotika mulai menjadi bagian penting dalam pembekalan kompetensi siswa SMK untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo, mengatakan robotika kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah digunakan dalam berbagai sektor industri. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan teknologi dan otomasi semakin meningkat.
“Robotika ini sebenarnya bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari berbagai sektor industri saat ini. Perkembangannya membuka peluang karier yang sangat luas bagi siswa-siswa kita,” ujar Arie dalam keterangannya yang terima media ini, Selasa (21/7/2026).
Menurut Arie, lulusan SMK memiliki dasar kompetensi yang relevan untuk berkembang di bidang robotika. Sejumlah keahlian seperti teknik mekatronik, elektronika industri, otomasi industri, teknik permesinan, teknik tenaga listrik, rekayasa perangkat lunak, serta teknik komputer dan jaringan menjadi fondasi penting dalam penguasaan teknologi tersebut.
Namun, ia menilai pembelajaran di SMK perlu terus diarahkan agar berbagai kompetensi tersebut saling terhubung. Dunia industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai satu bidang, tetapi mampu mengintegrasikan berbagai keahlian.
“Dunia kerja saat ini menuntut penguasaan berbagai bidang ilmu secara terpadu. Industri semakin banyak mengadopsi sistem otomasi dan robotika,” katanya.
Arie menjelaskan, perubahan teknologi turut menggeser kebutuhan tenaga kerja. Pekerjaan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual mulai beralih ke sistem otomatis yang membutuhkan kemampuan mengoperasikan, merawat, hingga mengembangkan teknologi.
Meski demikian, ia menegaskan kehadiran robot bukan untuk menggantikan manusia sepenuhnya. Justru, perkembangan robotika menciptakan lapangan kerja baru dengan kebutuhan keterampilan yang lebih spesifik.
Beberapa peluang karier yang terbuka di bidang ini di antaranya teknisi integrasi sistem, programmer robot, tenaga pemeliharaan mesin otomatis, analis data, hingga pengembang solusi berbasis otomasi.
Kemendikdasmen berharap penguatan kompetensi robotika dapat membuat lulusan SMK semakin adaptif terhadap perubahan industri. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan zaman, lulusan SMK diharapkan mampu memiliki daya saing lebih tinggi dan menjadi bagian dari transformasi industri nasional.
“Robotika bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari operasional berbagai sektor industri,” pungkas Arie.










Discussion about this post