MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

253 Sekolah di Flores Terdampak Gempa M7,7, Kemendikdasmen Siapkan Kelas Darurat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
17 Agustus 2026
in Nasional
0

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada ratusan fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). | Foto: Mendikdasmen RI

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada ratusan fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 253 satuan pendidikan di tujuh kabupaten di Pulau Flores mengalami kerusakan.

Tujuh daerah terdampak tersebut meliputi Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka. Dari jumlah itu, 199 satuan pendidikan berada di bawah kewenangan kabupaten, sementara 54 sekolah merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

RelatedPosts

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

MPR Serukan Penghentian Perang Dunia, Dorong Diplomasi sebagai Jalan Perdamaian

Pemerintah Gelontorkan Rp18,9 Triliun untuk Pastikan Gaji PPPK Daerah Aman

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah sekolah terdampak terbanyak, yakni 104 sekolah. Disusul Manggarai Timur sebanyak 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah, dan Manggarai Barat 23 sekolah.

Selain merusak bangunan sekolah, gempa tersebut juga menyebabkan korban jiwa dari lingkungan pendidikan. Kemendikdasmen mencatat tiga orang siswa dan satu guru meninggal dunia akibat bencana tersebut, masing-masing di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa. Pemerintah pusat, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pendataan kerusakan dan kebutuhan pemulihan berjalan tepat.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Untuk menjaga kegiatan belajar tetap berjalan, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda ruang kelas darurat yang akan dikirim ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut dibagi dalam dua jalur distribusi, yakni menuju Labuan Bajo dan Ende.

Sebanyak 30 tenda akan dikirim melalui Pelabuhan Labuan Bajo untuk mendukung sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Pengiriman dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus dan tiba pada 22 Agustus 2026.

Sementara 20 tenda lainnya akan dikirim menuju Pelabuhan Ende untuk memenuhi kebutuhan sekolah di Kabupaten Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

Selain ruang kelas darurat, Kemendikdasmen juga menyiapkan bantuan berupa paket kebutuhan keluarga, perlengkapan sekolah, dukungan psikososial, hingga fasilitas konektivitas bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.

Kemendikdasmen juga mengarahkan sekolah untuk menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang mengalami kerusakan dan memindahkan kegiatan belajar ke lokasi yang lebih aman, menggunakan tenda darurat, atau menerapkan penghentian sementara sesuai kondisi daerah.

Proses pendataan dan verifikasi kerusakan sekolah masih berlangsung. Pemerintah menargetkan hasil identifikasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan dan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak gempa.

Tags: Gempa Flores 2026Kelas DaruratKemendikdasmenNTTPemulihan PendidikanSekolah Terdampak Gempa
Previous Post

Semarak Pawai Budaya HUT RI ke-81 di Indrapuri

Next Post

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Aceh Tamiang

Related Posts

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

by Riska Zulfira
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO– Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.23 WIB. Badan...

Berbulan-bulan Belajar di Tenda, Siswa SDN 10 Linge Kini Tempati Ruang Kelas Darurat

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah berbulan-bulan mengikuti pembelajaran di bawah tenda akibat bencana, siswa SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mulai...

Robotika Jadi Peluang Karier Baru, Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Siap Masuk Industri Digital

by Riska Zulfira
21 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Perkembangan industri berbasis otomasi membuka peluang baru bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah...

Next Post

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Aceh Tamiang

4.833 Warga Binaan di Aceh Dapat Remisi HUT RI, 25 Orang Langsung Bebas

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co