MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Aininadhirah by Aininadhirah
2 April 2026
in Cerita
0

Prof. Dr. Inayatillah, M.Ag | Foto: dok pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di tengah wacana kepemimpinan yang kerap masih dibayangi bias gender, langkah Prof. Dr. Inayatillah, M.Ag maju sebagai calon Rektor UIN Ar-Raniry menghadirkan satu pesan yang kuat perempuan bukan hanya bisa memimpin, tetapi juga mampu membuktikan kualitas kepemimpinannya.

Perjalanan Inayatillah tidak dibangun dalam ruang yang sunyi dari tantangan. Sejak menjadi dosen pada tahun 1998, ia telah menapaki dunia akademik dengan konsistensi panjang. Namun, ujian sesungguhnya justru datang ketika ia dipercaya memimpin STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh pada tahun 2019.

RelatedPosts

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

Saat itu, gelombang penolakan muncul. Bukan karena rekam jejak atau kapasitasnya, melainkan karena satu hal, ia seorang perempuan.

Demonstrasi terjadi. Penolakan terhadap kepemimpinannya sempat menguat, bahkan mempertanyakan kelayakan perempuan memimpin sebuah institusi pendidikan tinggi. Dalam situasi itu, Inayatillah tidak memilih jalan konfrontasi. Ia tetap bekerja, menjalankan tugas kepemimpinan dengan fokus pada pembenahan institusi, peningkatan kinerja akademik, serta penguatan tata kelola kampus.

Perlahan namun pasti, hasilnya mulai terlihat. Berbagai capaian selama masa kepemimpinannya menjadi jawaban atas keraguan yang sempat muncul. Stabilitas kampus terjaga, program-program berjalan, dan kepercayaan publik terhadap institusi pun meningkat. Dari titik itu, penerimaan tumbuh bukan karena narasi, tetapi karena bukti.

Dari pengalaman itulah, Inayatillah berbicara dengan keyakinan yang tidak lahir dari teori, tetapi dari realitas yang ia jalani sendiri.

“Perempuan punya peluang yang sama. Tinggal siapa yang mau dan siap mengambil kesempatan tersebut,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Kini, ketika ia kembali ke UIN Ar-Raniry sebagai dosen sejak Januari 2025 dan memutuskan maju sebagai calon rektor, narasi yang ia bawa tidak lagi sekadar tentang jabatan. Ini adalah tentang membuka jalan bahwa perempuan juga memiliki ruang, hak, dan kemampuan untuk memimpin institusi besar.

Ia tidak menempatkan dirinya sebagai simbol semata, tetapi sebagai representasi dari kapasitas. Baginya, kepemimpinan di dunia akademik harus berdiri di atas integritas, kompetensi, dan kesiapan, bukan pada perbedaan jenis kelamin.

Di sisi lain, ia juga membawa visi besar: menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai universitas Islam bereputasi global yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, syariat Islam, nilai kebangsaan, dan kearifan lokal.

Namun yang menarik, visi itu tidak hanya berbicara tentang capaian institusi, tetapi juga tentang cara mencapainya. Inayatillah menekankan pentingnya kerja kolektif, kolaborasi, dan semangat “bekerja dengan cinta”. sebuah pendekatan yang mencerminkan kepemimpinan yang inklusif dan humanis.

Pesan itu ia tujukan langsung kepada seluruh civitas akademika, dengan nada yang tegas sekaligus terbuka:

“Jika saya terpilih nanti sebagai rektor UIN Ar-Raniry, saya akan melanjutkan program-program yang baik dari pemimpin sebelumnya, kemudian memperbaiki program yang tidak sesuai, dan akan memunculkan agenda atau program baru yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Jika selama ini kepemimpinan perempuan kerap dipandang dengan keraguan, maka perjalanan Inayatillah justru menjadi bantahan yang hidup. Ia telah melewati fase ditolak, diuji, hingga akhirnya diakui.

Dan kini, di panggung yang lebih besar, ia kembali membawa pesan yang sama lebih lantang, lebih matang bahwa perempuan tidak hanya layak diberi kesempatan untuk memimpin, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata.

Tags: Banda AcehCalon Rektor UIN Ar-RaniryInayatillahKepemimpinan Perempuanpendidikan tinggi
Previous Post

Haga Emas Kembali Melambung

Next Post

Kebocoran LPG Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi

Related Posts

Rumah Kos di Darussalam Banda Aceh Dilalap Api, Penghuni Berhamburan Selamatkan Diri

by Riska Zulfira
17 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Satu unit rumah kos di kawasan Lorong Panjoe, Gampong Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, terbakar Sabtu...

Satpol PP Banda Aceh Intensifkan Penertiban, Sejumlah Kawasan Kini Steril dari PKL

by Riska Zulfira
16 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh terus menggencarkan penertiban pedagang kaki...

Warga Banda Aceh Rasakan Manfaat Pasar Murah Jelang Idul Adha

by Aininadhirah
15 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Ratusan warga memadati halaman Masjid Al-Hidayah, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Jumat (15/5/2026), untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan...

Next Post

Kebocoran LPG Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi

Lonjakan Nikah Usai Lebaran, KUA Ungkap Tekanan Biaya dan Harga Emas Jadi Penentu

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co