Polda Diminta Kejar Para Aktor Utama Korupsi Beasiswa di Aceh

Ilustrasi korupsi. (sumber foto: tempo.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Polda Diminta Kejar Para Aktor Utama Korupsi Beasiswa di Aceh

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Ilustrasi korupsi. (sumber foto: tempo.co)

MASAKINI.CO – Polda Aceh menyatakan sekitar 400 mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017 berpotensi jadi tersangka. Para mahasiswa itu disebut tidak memenuhi syarat. Mereka diduga memberikan kickback (suap) kepada koordinator penyalur beasiswa. Polisi mengimbau agar mahasiswa mengembalikan uang beasiswa itu ke kas daerah.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian, mempertanyakan kepastian hukum terhadap aktor pemberi beasiswa kepada mahasiswa yang tak berhak tersebut.

“Apakah aktornya mau diselamatkan? sehingga ada upaya menggiring opini seolah-olah yang mau ditetapkan tersangka adalah penerima yang tidak berhak,” katanya, Jumat (18/2/2022).

Menurutnya, Polda Aceh segera menetapkan tersangka aktor utama beasiswa sehingga proses hukum berjalan, dan siapa pun yang patut ditetapkan tersangka wajib diproses.

Sebab, tutur Alfian, dari hasil Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap audit kerugian negara terkait kasus itu sudah keluar.

“Publik Aceh masih belum lupa siapa-siapa aktor yang patut di tetap tersangka yang belum diumumkan itu,” ujarnya.

“Kalau hanya penerima yang tidak berhak saja yang mau ditetapkan tersangka maka patut diduga kasus tersebut telah disertir oleh para elit yang diduga terlibat,” tambahnya.

Menurutnya, penanganan kasus beasiswa itu tak kunjung ada kepastian hukum meski telah 3 kali berganti Kapolda Aceh. Namun MaTA yang sejak awal selalu memantau perkembangan kasus itu, berharap Polda Aceh mampu menuntaskannya dan menangkap aktor-aktor korupsi yang diduga kuat terlibat para elit politikus di Aceh.

“Maka kita selalu berharap Polda Aceh untuk menyelesaikan kasus korupsi tersebut secara utuh. Artinya siapapun terlibat, termasuk yang menikmati aliran dana hasil pemotongan wajib mempertangungjawabkan perbuatannya,” pungkas Alfian.

Sebelumnya diberitakan, Ditreskrimsus Polda Aceh, yang disupervisi Bareskrim Polri dan KPK, menyatakan berdasarkan hasil diskusi materi perkara (anatomy of crime), mahasiswa penerima dana beasiswa itu meski mereka tidak memenuhi syarat, diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menyebut, penyidik menemukan lebih dari 400 mahasiswa yang berpotensi menjadi tersangka karena menerima beasiswa namun tidak memenuhi syarat. Mereka diduga memberikan kickback (suap) kepada koordinator penyalur beasiswa.

“Mereka dinilai memiliki niat (mens rea) untuk melakukan pidana. Karena pada dasarnya mereka tahu kalau syaratnya tidak terpenuhi, tapi tetap memaksakan diri dengan cara memberikan sejumlah potongan agar bisa memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa,” kata Kombes Pol Winardy kepada wartawan, Kamis (17/2/2022).

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist