Santri Dayah Perbatasan Manarul Islam Terima SK, Kadis Dayah Aceh: Jadilah Pelopor ‘Bereh’

Kadisdik Dayah Aceh menyerahan SK untuk tenaga administrasi dan tenaga teknis Dayah di Perbatasan Manarul Islam. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Santri Dayah Perbatasan Manarul Islam Terima SK, Kadis Dayah Aceh: Jadilah Pelopor ‘Bereh’

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kadisdik Dayah Aceh menyerahan SK untuk tenaga administrasi dan tenaga teknis Dayah di Perbatasan Manarul Islam. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh meminta Dayah Perbatasan Manarul Islam menjadi pelopor gerakan bersih, rapi, estetis, dan hijau atau BEREH, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih serta mampu mendukung terwujudnya proses belajar mengajar yang maksimal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, pada penyerahan SK dan pengambilan sumpah tenaga kontrak untuk tenaga administrasi dan tenaga teknis Dayah Perbatasan Manarul Islam, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (31/1/2022).

“Pemerintah Aceh sangat menaruh perhatian terhadap dayah perbatasan, salah satunya Dayah Perbatasan Manarul Islam. Selain sebagai benteng untuk mengadang pendangkalan akidah, dayah yang terletak pada pintu gerbang perbatasan Aceh-Sumatera Utara ini juga menandakan wajah Aceh secara general,” kata Zahrol Fajri.

Selain sebagai proteksi pendangkalan akidah, Dayah Perbatasan Manarul Islam juga diharapkan menjadi pelopor gerakan BEREH. Menurutnya, segala sesuatu harus dimulai dengan jiwa yang bersih. Kebersihan dayah juga mencerminkan lambang peradaban Aceh yang kental dengan implementasi Syariat Islam.

“Segala perbuatan itu dimulai dari pikiran yang bersih dan jernih. Mari kita mulai dengan hati yang bersih untuk dapat berbenah sehingga dayah menjadi lebih bersih, rapi, estetis dan hijau,” ujarnya.

Zahrol menjelaskan, dalam kaitan dengan gerakan BEREH, setiap guru dan santri harus diajak untuk menjaga kebersihan, kerapian, keindahan, dan penghijauan. Namun, yang terpenting dari semua itu adalah akhlak yang mulia.

“Semoga program BEREH yang dipelopori Pemerintah Aceh senantiasa diterapkan dengan baik di sini. Sehingga ke depan santri dan guru Dayah Perbatasan Manarul Islam menjadi contoh yang baik kepada dayah lain,” pungkasnya. [adv]

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist