Soal Jalur Khusus Santri Masuk TNI, Disdik Dayah Aceh Akan Atur Strategi

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Soal Jalur Khusus Santri Masuk TNI, Disdik Dayah Aceh Akan Atur Strategi

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, merespon pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menyatakan TNI AD membuka kesempatan yang sangat besar kepada santri untuk menjadi prajurit.

“Supaya banyak santri Aceh bisa masuk TNI, tentu akan kita atur strateginya,” kata Kadisdik Dayah Aceh Zahrol Fajri, Jumat (11/3/2022).

Dia menyebut, selama ini Disdik Dayah Aceh setiap tahun membuat program santri bela negara, yang tujuannya meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan santri.

“Ini sebagai bentuk kita ajarkan kepada santri supaya menjauhi paham radikalisme,” ungkapnya.

Zahrol menyampaikan, pelatihan bela negara bagi santri itu juga bagian dari pada upaya pihaknya mempersiapkan santri di Aceh menjadi calon prajurit TNI.

“Dengan latihan bela negara yang kita lakukan, ke depan mereka sudah siap masuk sebagai calon TNI,” ujarnya.

Dia berpesan kepada para santri yang tertarik menjadi prajurit TNI, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan menjalankan syarat-syarat yang disampaikan Jenderal Dudung saat berkunjung ke pesantren Darul Ihsan, kemarin.

“Apa yang disampaikan oleh Pak KSAD Dudung, saya harap para santri mendengarnya. Beliau sudah memberikan kesempatan yang sangat lebar untuk santri. Ini harus kita manfaatkan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, di hadapan para santri Darul Ihsan, Jenderal Dudung mengemukakan “rahasia” mengapa TNI AD membuka kesempatan bagi para santri dan santriwati untuk mendaftar dan bergabung menjadi prajurit, melalui jalur penerimaan baik Bintara maupun Tamtama khusus santri, hafiz Alquran, dan lintas agama.

“Ketika saya menjabat Kasad, ingin adanya rekrutmen khusus santri. Kenapa santri? Minimal akhlaknya mulia, ketakwaannya terjamin, pasti menjadi orang-orang baik. Baik kepada sesama, orang tua dan lainnya. Sehingga saat jadi tentara bisa ramah-tamah dan sopan-santun dengan rakyat,” katanya. [adv]

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist